Honda Terseret Kerugian Rp45,9 Triliun Akibat EV
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Anak flu - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan bahwa penyebaran influenza A(H3N2) subclade K atau yang kerap disebut super flu di Indonesia masih dalam kondisi terkendali. Meski telah terdeteksi di belasan provinsi, tren kasus influenza secara nasional justru menunjukkan penurunan pada awal 2026.
Berdasarkan data Kemenkes, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, tercatat 74 kasus influenza A(H3N2) subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Temuan terbanyak berasal dari Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan mulai menunjukkan tren penurunan sejak minggu ke-44. Bahkan, tidak terdapat penambahan kasus baru subclade K sejak minggu ke-52.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes Prima Yosephine mengatakan virus influenza H3N2 bukanlah jenis baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang rutin beredar setiap tahun.
“H3N2 merupakan bagian dari influenza musiman. Pada pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di sekitar 80 negara, termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada minggu ke-36. Namun, berdasarkan hasil pemantauan, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun, sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya di Jakarta, Selasa.
Prima menjelaskan, sebagian besar penderita influenza hanya mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh tanpa perawatan khusus. Adapun kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lanjut usia dan individu dengan penyakit penyerta atau komorbid.
Ia menambahkan, laporan kematian pada pasien influenza umumnya tidak disebabkan langsung oleh virus influenza, melainkan karena kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar yang sudah diderita pasien.
“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama, tetapi dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” katanya.
Untuk memastikan situasi tetap terkendali, Kemenkes terus melakukan surveilans influenza di fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, hingga pintu masuk negara. Pengawasan ini mencakup pemeriksaan laboratorium serta analisis genom virus guna mendeteksi kemungkinan perubahan karakter virus.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat.
“Vaksinasi influenza tahunan, khususnya bagi kelompok berisiko, juga dianjurkan sebagai langkah pencegahan,” ucap Prima.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.