Polisi Tangkap 2 Pelaku Challenge Hafalan Alquran Dihadiahi Miras
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
Ilustrasi erupsi Semeru. /Antara.
Harianjogja.com, LUMAJANG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi letusan sekunder Gunung Semeru seiring hujan deras yang mengguyur kawasan lereng gunung api tertinggi di Pulau Jawa itu, Minggu (11/1/2026).
Letusan sekunder dilaporkan terjadi di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Besuk Kobokan, terutama di Kali Wedok, akibat pertemuan air hujan dengan material vulkanik panas sisa erupsi Gunung Semeru. Fenomena ini memicu semburan asap putih tebal dan menurunkan jarak pandang di sekitar aliran sungai.
BPBD menegaskan kondisi tersebut berpotensi membahayakan warga dan aktivitas di bantaran sungai, khususnya saat terjadi banjir lahar hujan, meskipun hingga saat ini tidak dilaporkan berdampak langsung terhadap permukiman di wilayah hilir.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengatakan letusan sekunder terpantau mengarah ke timur Jembatan Gladak Perak. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap waspada, terutama yang berada di sekitar aliran Sungai Besuk Kobokan.
Letusan sekunder terjadi di luar pusat erupsi Gunung Semeru, yakni di aliran sungai yang menampung material awan panas dengan suhu masih tinggi. Berdasarkan catatan Pos Pengamatan Gunung Semeru, tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 35 milimeter dan durasi 6.120 detik.
BPBD juga mengimbau warga yang berada di bantaran sungai agar meningkatkan kewaspadaan saat hujan lebat, serta meminta para penambang pasir menghentikan seluruh aktivitas demi keselamatan.
Banjir lahar hujan dilaporkan mengalir dari hulu menuju Sungai Besuk Kobokan dan Kali Lanang di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Isnugroho menegaskan status Gunung Semeru masih berada pada level siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak, serta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
Selain itu, warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah Gunung Semeru karena ancaman lontaran batu pijar, awan panas, guguran lava, dan lahar di sejumlah aliran sungai.
BPBD Lumajang bersama BMKG terus memantau intensitas hujan dan aktivitas Gunung Semeru. Masyarakat diimbau mengikuti informasi resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar hujan, letusan sekunder, serta potensi longsor demi meminimalkan risiko bencana di kawasan lereng Semeru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.