Dunia Dosen Gelar RPS OBE Masterclass, Tingkatkan Kualitas Pembelajar
Dunia Dosen menghadirkan RPS OBE Masterclass untuk membantu dosen menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education secara terukur dan siap akreditasi.
Korea Utara pada Selasa (7/1/2025) mengumumkan bahwa pihaknya berhasil melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah (IRBM) baru yang dilengkapi hulu ledak hipersonik. Negara tersebut mengeklaim sistem senjata ini mampu secara andal mencegah ancaman dari rivalnya di kawasan Pasifik. /ANTARA/Anadolu/py (Anadolu)
Harianjogja.com, KOREA— Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan bahwa uji coba peluncuran rudal hipersonik yang dilakukan Pyongyang baru-baru ini didorong oleh kondisi geopolitik global yang dinilainya semakin tidak stabil dan penuh ketidakpastian.
Dalam laporan Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Senin (6/1/2026), Kim menyebut keputusan meluncurkan rudal tersebut diambil sebagai langkah strategis menghadapi dinamika internasional yang berkembang cepat. Uji coba itu dilakukan pada Minggu (4/1/2026) dari wilayah Ryokpho, Pyongyang, dengan sasaran sejauh sekitar 1.000 kilometer di arah timur laut.
Kim menilai peluncuran tersebut berhasil membuktikan capaian penting dalam pengembangan teknologi pertahanan nasional Korea Utara. Ia menekankan bahwa uji coba itu sekaligus menunjukkan kesiapan kekuatan nuklir negara tersebut dalam menghadapi berbagai skenario konflik.
“Serangkaian pencapaian baru telah menempatkan kekuatan nuklir kami pada fondasi yang lebih nyata dan siap digunakan dalam kondisi perang sesungguhnya,” ujar Kim seperti dikutip KCNA.
Menurut dia, pembaruan sistem persenjataan, khususnya alutsista ofensif, merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Hal itu, lanjut Kim, menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat kemampuan pencegahan perang nuklir.
Kim juga menyinggung situasi global yang belakangan memanas, termasuk meningkatnya ketegangan internasional akibat aksi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya.
“Alasan mendesaknya penguatan kemampuan pertahanan sudah tampak jelas dari krisis geopolitik terbaru dan berbagai peristiwa internasional yang semakin kompleks,” kata Kim.
Ia menegaskan bahwa langkah Korea Utara bukan bertujuan memicu konflik, melainkan memastikan posisi negara tersebut tetap kuat dalam menghadapi tekanan global dan menjaga keseimbangan strategis di kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dunia Dosen menghadirkan RPS OBE Masterclass untuk membantu dosen menyusun RPS berbasis Outcome-Based Education secara terukur dan siap akreditasi.
Pakar Forensika Digital UII menilai markas judi online internasional di Jakarta menjadi ancaman serius cybercrime bagi Indonesia.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.