Dunia Dosen Gelar RPS OBE Masterclass, Tingkatkan Kualitas Pembelajar

Newswire
Newswire Rabu, 13 Mei 2026 17:02 WIB
Dunia Dosen Gelar RPS OBE Masterclass, Tingkatkan Kualitas Pembelajar

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA-Dunia Dosen kembali menghadirkan program pengembangan kompetensi melalui Coaching Clinic bertajuk “RPS OBE Masterclass”. Program ini dirancang untuk membantu dosen menyusun Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Outcome-Based Education (OBE) secara lebih sistematis, terukur, dan sesuai kebutuhan pembelajaran di perguruan tinggi.

Melalui program ini, peserta tidak hanya mempelajari konsep OBE, tetapi juga diarahkan untuk mempraktikkan langsung penyusunan RPS. Dengan demikian, dosen dapat menghasilkan draft RPS yang siap digunakan baik untuk kegiatan pembelajaran maupun dokumen pendukung akreditasi.

Workshop Intensif Bersama Instruktur Berpengalaman

Program ini diselenggarakan dalam format workshop daring intensif yang terbagi dalam tiga sesi Zoom Class. Peserta dibimbing oleh Nuril Munfaridah, S.Pd., M.Pd., Ph.D., Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Negeri Malang.

Dalam pemaparannya, Nuril menegaskan pentingnya pendekatan OBE dalam pendidikan tinggi.

“Pendekatan Outcome-Based Education memastikan bahwa seluruh proses pembelajaran berorientasi pada capaian yang jelas dan terukur, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan,” ujarnya.

Materi disampaikan secara runtut, mulai dari konsep dasar hingga praktik penyusunan RPS yang selaras dengan profil lulusan.

Materi Disusun Sistematis dan Aplikatif

Peserta mendapatkan pembahasan materi yang komprehensif dan sesuai kebutuhan dosen, meliputi Pemahaman konsep dan prinsip Outcome-Based Education, Penyelarasan CPL, CPMK, dan Sub-CPMK, Perancangan metode pembelajaran berbasis capaian hingga Penyusunan sistem asesmen yang relevan.

Praktik langsung penyusunan draft RPS berbasis OBE

Nuril menambahkan bahwa kunci utama dalam penyusunan RPS berbasis OBE adalah keselarasan antar komponen.

“Alignment antara CPL, CPMK, dan Sub-CPMK menjadi kunci agar RPS tidak hanya rapi secara dokumen, tetapi juga efektif dalam implementasi di kelas,” jelasnya.

Dilengkapi Review Draft dan Umpan Balik

Salah satu keunggulan program ini adalah adanya sesi review terhadap draft RPS yang disusun peserta. Draft tersebut akan dievaluasi langsung oleh instruktur dan diberikan umpan balik secara mendalam.

“Melalui review ini, peserta bisa mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki sehingga RPS yang dihasilkan benar-benar siap digunakan,” kata Nuril.

Pendekatan ini membantu dosen lebih percaya diri dalam menyusun RPS, terutama untuk kebutuhan akreditasi yang semakin ketat.

Fasilitas Lengkap untuk Mendukung Pembelajaran

Peserta Coaching Clinic mendapatkan berbagai fasilitas pendukung, antara lain Review draft RPS, Materi pembelajaran lengkap, Rekaman kelas, Tiga sesi Zoom interaktif, E-sertifikat 32 JP + 20 JP dan emplate RPS OBE serta buku ajar.

Fasilitas ini memungkinkan peserta untuk terus belajar dan mengembangkan RPS secara mandiri setelah program selesai.

Peserta Nilai Program Intensif dan Solutif

Program ini mendapatkan respons positif dari para peserta. M. Hatta menilai kegiatan ini sangat aplikatif dan membantu.

“Materinya sangat aplikatif dan langsung bisa diterapkan. Saya jadi lebih paham bagaimana menyusun RPS yang sesuai standar akreditasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Ahmad Satria Budiman, S.T., M.Sc., menyebut workshop ini sangat membantu, khususnya bagi dosen yang baru menerapkan OBE.

“Pembahasan tentang taksonomi dan kata kerja operasional sangat membantu dalam merancang indikator pembelajaran yang tepat,” katanya.

Komitmen Tingkatkan Kompetensi Dosen Indonesia

Program Coaching Clinic ini menjadi bagian dari komitmen Dunia Dosen dalam mendukung peningkatan kompetensi dosen di Indonesia. Dengan pendekatan yang praktis, terstruktur, dan aplikatif, program ini diharapkan mampu menjawab tantangan implementasi kurikulum berbasis OBE.

Ke depan, Dunia Dosen akan terus menghadirkan berbagai pelatihan yang relevan dengan perkembangan regulasi dan kebutuhan pendidikan tinggi.

“Harapannya, dosen tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengimplementasikan pembelajaran yang berdampak langsung pada kualitas lulusan,” tutup Nuril.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online