KPK Tangkap Politikus Golkar Fahd Arafiq dalam OTT ATR BPN, Sita Uang Ratusan Miliar
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Presiden Rusia Vladimir Putin./Reuters
Harianjogja.com, MOSKOW—Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak Amerika Serikat memberikan klarifikasi atas laporan yang menyebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dikeluarkan secara paksa dari negaranya di tengah serangan militer.
Dalam pernyataan resminya, Rusia menyebut laporan tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi mencederai prinsip kedaulatan negara. Moskow menilai setiap tindakan pemindahan paksa pemimpin negara berdaulat tidak dapat dibenarkan.
Pernyataan Rusia muncul setelah laporan ledakan di Caracas dan klaim Presiden AS Donald Trump terkait keberhasilan serangan skala besar serta penangkapan Presiden Venezuela dan istrinya.
“Kami sangat prihatin dengan laporan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya dipaksa keluar dari negara itu selama aksi agresif Amerika Serikat hari ini. Kami menyerukan klarifikasi segera atas situasi ini,” ujar kementerian tersebut.
Kemenlu Rusia menambahkan bahwa apabila Maduro dan istrinya benar-benar dipindahkan keluar dari Venezuela, tindakan itu merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara tersebut.
“Tindakan semacam itu, jika benar terjadi, merupakan pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kedaulatan negara merdeka, yang penghormatannya merupakan prinsip fundamental hukum internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Sebagaimana diwartakan pada Sabtu, sejumlah ledakan dilaporkan terdengar di Caracas, ibu kota Venezuela. Warga setempat menyatakan mendengar suara ledakan di berbagai distrik kota, termasuk di Bandara Internasional Simon Bolivar di Maiquetia serta Pelabuhan La Guaira.
Presiden AS Donald Trump kemudian menyatakan bahwa Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Ia juga mengeklaim bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya telah ditangkap dan dikeluarkan dari negara tersebut.
Rusia menegaskan pentingnya transparansi dan kepatuhan pada hukum internasional guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Amerika Selatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita uang tunai yang diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah dan menangkap 17 orang dalam OTT ATR BPN.
Padat Karya Sleman 2026 tak mendapat tambahan APBD Perubahan. Program BKK DIY masih berlanjut hingga tahap ketiga pada Oktober-November.
Kenali tanda disleksia pada anak saat belajar membaca, mulai sulit mengenali huruf hingga membaca lambat dan kesenjangan nilai akademik.
Perkara TPPU yang menyeret Febrie Adriansyah masuk tahap finalisasi. Tim 9 Kejagung menunggu P-21 sebelum penyerahan tersangka dan barang bukti.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
IHSG ditutup turun 1,13 persen ke 6.461,15 mengikuti bursa Asia di tengah ketegangan geopolitik Iran-AS dan Ukraina-Rusia.