Sulit Menikmati Uang Meski Sudah Mapan? Mungkin Ini Penyebabnya
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
Jepang./JIBI
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Jepang resmi menyetujui anggaran negara fiskal 2026 senilai 122,3 triliun yen (Rp13.098 triliun), tertinggi sepanjang sejarah, dengan fokus pada pertahanan dan jaminan sosial.
Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan dibandingkan target tahun berjalan sebesar 115 triliun yen. Alokasi anggaran raksasa ini difokuskan untuk mengimbangi pembengkakan biaya jaminan sosial akibat inflasi serta memperkuat sektor pertahanan nasional.
Melansir Channel News Asia, Perdana Menteri Sanae Takaichi membela kebijakan fiskal ekspansif ini. Ia menegaskan bahwa Jepang memerlukan penguatan kekuatan nasional melalui kebijakan proaktif demi menghadapi tantangan geopolitik dan ekonomi global.
"Yang dibutuhkan Jepang saat ini bukanlah pelemahan kekuatan kita melalui kebijakan fiskal penghematan yang berlebihan, melainkan penguatan melalui kebijakan proaktif," tegas PM Takaichi.
Fokus Pertahanan: Pengembangan Sistem SHIELD
Salah satu poin paling krusial dalam anggaran ini adalah alokasi sektor pertahanan yang mencapai sekitar 9 triliun yen. Dana ini akan digunakan untuk mempercepat modernisasi militer Jepang, termasuk alokasi khusus sebesar 100 miliar yen untuk pengembangan sistem SHIELD (Synchronised, Hybrid, Integrated and Enhanced Littoral Defence).
Sistem pertahanan pantai canggih ini ditargetkan rampung pada Maret 2028 dan diproyeksikan menjadi benteng utama Jepang dalam menjaga stabilitas wilayah pesisir.
Meski bertujuan memperkuat negara, kebijakan ini menuai kritik tajam dari kalangan ekonom. Berdasarkan data IMF, Jepang saat ini memiliki rasio utang publik tertinggi di antara negara ekonomi maju, yakni mencapai 232,7% dari PDB.
Takahide Kiuchi, ekonom dari Nomura Research Institute, memperingatkan adanya risiko gejolak di pasar obligasi jika pengeluaran terus membengkak tanpa kontrol ketat. Selain itu, kebijakan fiskal yang agresif berisiko semakin melemahkan nilai tukar Yen.
Pelemahan Yen dikhawatirkan akan memicu kenaikan harga impor bahan pangan dan energi. Kondisi ini berpotensi menyebabkan inflasi lebih lanjut yang secara langsung akan membebani daya beli masyarakat Jepang.
Rancangan anggaran ambisius ini selanjutnya akan diajukan ke Parlemen Jepang untuk mendapatkan persetujuan akhir sebelum resmi diberlakukan mulai April 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pengalaman tumbuh dalam keluarga ekonomi terbatas dapat membentuk kebiasaan finansial hingga dewasa. Simak 8 kebiasaan yang sering terbawa.
Gempa NTT M7,7 menewaskan 47 orang dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi. BNPB mencatat kerusakan masif di sejumlah wilayah.
BNPB mengirim bantuan logistik lewat jalur laut ke Pulau Palue, Sikka, untuk menjangkau korban gempa NTT yang terkendala akses geografis.
Shayne Pattynama kembali ke Persija setelah membela Timnas Indonesia di ASEAN Hyundai Cup 2026 dan siap bekerja keras di bawah Shin Tae-yong.
IESR mendukung pengurangan subsidi BBM lewat elektrifikasi transportasi, tetapi meminta perlindungan kelompok rentan dan penguatan ekosistem EV.
Pelatih PSIM Jean-Paul Van Gastel mengungkap rumitnya proses rekrutmen pemain di Indonesia yang banyak mengandalkan jaringan dan video agen.