Kesepakatan Trump-Xi Disebut Momen Bersejarah, Ini Isinya
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.
Prajurit TNI AD jalan kaki tembus 20 titik longsor di Sumut untuk salurkan logistik dan membuka akses bantuan bagi ribuan warga terdampak. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Akses terputus akibat longsor di Sumut membuat prajurit TNI AD harus berjalan kaki menembus 20 titik terdampak demi menyalurkan logistik bagi ribuan warga.
Para prajurit menempuh perjalanan sekitar tiga jam dari Desa Parsingkaman menuju Kelurahan Nauli sambil membawa bantuan pangan, obat-obatan, genset hingga peralatan medis. Medan terjal yang penuh lumpur tidak menghalangi upaya prajurit memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat.
Setibanya di lokasi, TNI AD langsung memberikan layanan kesehatan dan menyiapkan landing zone agar helikopter dapat mendarat membawa logistik dalam jumlah besar. Fasilitas ini memungkinkan distribusi bantuan menjangkau Desa Naga Timbul, Nauli, dan Mardame yang terdampak paling serius.
Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan Mabes TNI Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan prajurit berjalan kaki karena jalur darat terputus akibat tertimbun tanah longsor sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Selain itu, alasan lain TNI AD memilih metode jalan, yakni untuk menilai kondisi wilayah pascabencana sekaligus membuka akses jalur distribusi.
"Sebanyak 40 personel melaksanakan patroli sekaligus pendorongan awal logistik dengan berjalan kaki menuju Dusun Lapan Lombu, Kelurahan Nauli, Kecamatan Sitahuis, Sumatera Utara pada Sabtu tanggal 6 Desember," kata Agung.
Agung menjelaskan para prajurit berjalan kaki kurang lebih selama tiga jam dari Desa Parsingkaman melalui Aek Raisan dan Aek Mompang menuju Kelurahan Nauli.
Selama berjalan, para prajurit tidak hanya membawa logistik berupa kebutuhan pangan saja melainkan juga genset, obat-obatan hingga peralatan medis. Mereka melewati medan yang terjal dan licin lantaran mayoritas jalanan tertutup lumpur serta tanah liat. Sesampainya di Kelurahan Nauli, prajurit langsung memberikan bantuan kesehatan berupa obat-obatan.
Sedangkan, prajurit TNI AD yang lain langsung berupaya menyiapkan landasan (landing zone) yang layak agar helikopter bisa mendarat sambil membawa logistik dalam jumlah besar.
Dengan adanya landing zone di sana, Agung mengatakan TNI AD akan semakin mudah menyalurkan bantuan ke desa lain yang berada di sekitar Kelurahan Nauli.
"Landing zone tersebut mampu menjangkau tiga wilayah terdampak, yakni Desa Naga Timbul dengan jumlah penduduk sekitar 1.200 jiwa, Kelurahan Nauli sekitar 2.000 jiwa, dan Desa Mardame sekitar 1.100 jiwa," kata Agung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.
Prabowo menyebut 1.061 Koperasi Merah Putih berhasil dioperasikan dalam tujuh bulan untuk memperkuat ekonomi desa.