Minat Investor China Melejit, Target Panda Bond RI Naik
Target Panda Bond Indonesia berpotensi naik di atas USD 1 miliar seiring tingginya minat investor China.
Petir - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebuah bencana alam memilukan terjadi di Bangladesh pada Minggu, 26 April 2026, ketika badai petir dahsyat menyapu sejumlah wilayah setelah negara tersebut didera gelombang panas berkepanjangan selama lebih dari sepekan.
Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan setidaknya 14 orang kehilangan nyawa, tersebar di tujuh distrik yang berbeda, menurut laporan kepolisian dan media lokal setempat.
Distrik Gaibandha yang terletak di bagian utara tercatat sebagai wilayah dengan jumlah korban terbanyak dalam kejadian tersebut.
Muhammad Rakib, seorang petugas kepolisian di ruang kendali distrik, menyampaikan detail kejadian tragis itu kepada Anadolu.
Lima orang, termasuk dua anak, meninggal akibat sambaran petir di distrik Gaibandha, ungkapnya. Selain di Gaibandha, musibah serupa juga merenggut nyawa warga di distrik Thakurgaon, Sirajganj, Jamalpur, serta masing-masing satu orang di distrik Panchgart, Natore, dan Bogra. Peristiwa badai ini menandai dimulainya musim badai pertama di negara tersebut pada tahun ini.
Fenomena cuaca ini muncul tak lama setelah Bangladesh mengalami masa panas yang sangat terik. Hujan lebat yang disertai sambaran petir akhirnya turun di ibu kota Dhaka serta beberapa wilayah lain seperti Rangpur, Mymensingh, dan Sylhet pada hari Minggu.
Departemen Meteorologi Bangladesh memperkirakan kondisi curah hujan terisolasi ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, yang diharapkan mampu meredam gelombang panas ekstrem yang telah berdampak luas di sebagian besar wilayah Bangladesh belakangan ini.
Data dari Forum Selamatkan Masyarakat dan Kesadaran Badai Petir menunjukkan bahwa ancaman sambaran petir merupakan risiko besar bagi penduduk Bangladesh, dengan catatan 330 kematian sepanjang tahun lalu.
Kabirul Bashar, presiden organisasi tersebut sekaligus profesor di Universitas Jahangirnagar, menjelaskan bahwa petani yang bekerja di ladang terbuka menjadi kelompok yang paling rentan terhadap risiko ini.
Minimnya perlindungan diri saat bekerja di area terbuka menjadi faktor utama tingginya angka korban jiwa setiap tahunnya. Petani harus mengenakan perlengkapan keselamatan, termasuk sepatu bot plastik atau sepatu bot karet panjang saat bekerja di ladang pertanian, terutama selama musim panas dan musim hujan. Kurangnya kesadaran adalah alasan utama di balik banyaknya korban jiwa setiap tahunnya, ujar Kabirul Bashar.
Pemerintah Bangladesh terus meningkatkan upaya mitigasi mengingat data PBB menunjukkan rata-rata 300 orang meninggal dunia akibat sambaran petir setiap tahun, dengan puncak insiden biasanya terjadi pada periode April hingga Juni.
Sebagai respon terhadap tren peningkatan korban jiwa, Departemen Meteorologi Bangladesh telah menerapkan kebijakan peringatan dini bahaya petir secara intensif sejak tahun lalu untuk melindungi masyarakat dari potensi ancaman yang mematikan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Target Panda Bond Indonesia berpotensi naik di atas USD 1 miliar seiring tingginya minat investor China.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Aturan diperketat untuk cegah kecurangan KK tempel.
BNN, TNI, dan Polri bongkar 59 jaringan narkoba. Lebih dari 200 ton barang bukti diamankan senilai Rp29 triliun.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).