Bawa Sajam saat Geruduk Perumahan, 5 Pemuda di Kudus Ditangkap
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
Banjir susulan kembali merendam dua desa di Aceh Timur usai hujan deras. Warga kembali mengungsi karena khawatir air naik tiba-tiba. /Antara.
Harianjogja.com, ACEH TIMUR—Banjir susulan kembali melanda sejumlah wilayah di Aceh Timur setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu malam. Warga yang sebelumnya sempat pulang ke rumah kini kembali mengungsi karena khawatir air naik tiba-tiba.
BPBD Aceh Timur mencatat banjir terjadi di Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk. Tingginya curah hujan membuat drainase dan aliran sungai tidak mampu menahan debit air sehingga genangan kembali meluas.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri dan pemerintah kecamatan disiagakan untuk memantau situasi dan melakukan evakuasi jika air meningkat. Pendataan kerusakan rumah serta jumlah pengungsi masih berlangsung seiring potensi hujan yang masih tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur Afifullah mengatakan banjir terjadi di Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk.
"Banjir di dua desa ini merupakan banjir susulan setelah warga sempat membersihkan rumah mereka. Namun karena hujan terus mengguyur, air kembali naik," katanya dilansir Antara, Minggu (7/12/2025).
Banjir kali ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi sejak Sabtu (6/12) malam hingga Minggu (7/12) pagi, sehingga menyebabkan saluran drainase dan aliran sungai tidak mampu menampung debit air. Masyarakat sebelumnya sempat kembali ke rumah setelah banjir pada Rabu (26/11), tetapi kini kembali dihadapkan pada kondisi darurat kebencanaan.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena pengalaman banjir sebelumnya yang datang secara tiba-tiba dan menyebabkan mereka sempat terjebak di dalam rumah.
"Warga memilih mengungsi lagi karena takut kejadian seperti kemarin terulang, di mana air naik dengan cepat dan sempat menjebak sebagian warga di dalam rumah," katanya.
Tim BPBD terus memantau perkembangan kondisi banjir di sejumlah titik. Tim di lapangan juga disiagakan untuk melakukan evakuasi bila terjadi peningkatan debit air secara signifikan.
Selain itu, tim BPBD bersama unsur TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan terus mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama yang tinggal di wilayah rawan genangan. Warga diminta segera menjauh ke tempat yang lebih aman jika air kembali naik.
Afifullah juga menyebutkan pihaknya masih mendata terkait dampak banjir susulan tersebut, termasuk jumlah rumah yang kembali terendam dan warga yang mengungsi.
"Hingga saat ini, hujan masih berpotensi turun di Kabupaten Aceh Timur. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap waspada demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
Perdagangan hewan kurban di Bantul naik jelang Iduladha 2026. Kambing paling diminati, omzet pedagang diprediksi melonjak.
Indomobil eMotor hadirkan 4 motor listrik di Jogja. Adora, Tyranno, Sprinto tawarkan fitur modern mulai Rp25 jutaan.
Arema FC hajar PSBS Biak 5-2 di Bantul. Joel Vinicius dan Dalberto cetak brace, trio Brasil jadi kunci kemenangan.
Kasus daycare Jogja, 32 anak mulai divisum. Dugaan kekerasan fisik dan psikis, korban diperkirakan capai 130 anak.
Dua ASN Kementerian PU dipanggil dari luar negeri karena dugaan suap dan pelanggaran etik. Menteri PU tegaskan disiplin.