Ponakan Prabowo Rahayu Saraswati Masih Pertimbangkan Mundur

Newswire
Newswire Rabu, 12 November 2025 13:47 WIB
Ponakan Prabowo Rahayu Saraswati Masih Pertimbangkan Mundur

Ponakan Presiden Prabowo, Rahayu Saraswati, belum memastikan langkahnya usai MKD DPR RI menolak pengunduran dirinya dari kursi DPR periode 2024–2029. Rahayu mengaku belum mengambil keputusan apakah lanjut sebagai anggota DPR atau tetap mundur dari jabatan dari kursi legislatif. /Instagram.

Harianjogja.com, JAKARTA—Ponakan Presiden Prabowo, Rahayu Saraswati, belum memastikan langkahnya usai MKD DPR RI menolak pengunduran dirinya dari kursi DPR periode 2024–2029. Rahayu mengaku belum mengambil keputusan apakah lanjut sebagai anggota DPR atau tetap mundur dari jabatan dari kursi legislatif.

"Belum saya ambil keputusan, saya memang masih meminta waktu dari fraksi dan dari pimpinan seperti yang saya sampaikan di media sosial, dan tinggal kita tunggu aja," kata Rahayu usai menghadiri acara Women in Sustainable Development (SDGs) Action Award 2025 pada Selasa (11/11/2025). 

Sara menjelaskan sampai saat ini dirinya sedang fokus mengembangkan bisnis miliknya sendiri. "Saya masih fokus untuk apa yang sudah saya lakukan selama ini dengan bisnis-bisnis yang sudah ada," kata ponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Sebelumnya, Ketua MKD DPR RI Nazaruddin Dek Gam memutuskan keponakan Prabowo itu tetap menjadi anggota DPR aktif.

Keputusan itu diambil setelah MKD DPR RI melakukan pembahasan dan mempertimbangkan aspek hukum, ketentuan tata beracara MKD. Selain itu, dia mengatakan MKD DPR RI juga memutuskan hal itu berdasarkan putusan Majelis Kehormatan Partai Gerindra.

"MKD DPR RI memutuskan bahwa Saudari Rahayu Saraswati tetap sebagai Anggota DPR RI periode 2024-2029," kata Nazaruddin, Kamis (30/10/2025).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan alasan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menolak pengunduran diri Sara adalah tidak ada laporan terkait pengunduran diri putri Hashim Djojohadikusumo tersebut. Begitu pula kepada partai yang menaunginya, Gerindra.

Menurutnya, Sara mengalami tekanan sehingga mengutarakan pengunduran diri secara lisan. Namun secara administrasi, tidak terlampir surat pengunduran dan surat penonaktifan dari partai.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online