Hizbullah Klaim Luncurkan 20 Serangan ke Tentara Israel
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Suasana permukiman Jorong Kayu Pasak yang rusak akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/foc/am
Harianjogja.com, JAKARTA—Anggota DPR RI Rahmat Saleh menilai pemerintah pusat perlu segera menetapkan status bencana nasional atas bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat pemulihan, pendistribusian bantuan, serta proses evakuasi korban.
“Yang terpenting sekarang adalah memastikan bantuan cepat sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah daerah sudah bekerja keras, namun kapasitas mereka tentu ada batasnya,” kata Rahmat di Jakarta, Minggu.
Menurut dia, penetapan status bencana nasional akan mempercepat koordinasi antarlembaga, baik di pusat maupun daerah, serta memudahkan mobilisasi dukungan mulai dari logistik, tenaga penyelamat, hingga alat berat yang dibutuhkan untuk membuka akses dan melakukan evakuasi.
Ia menambahkan, kebutuhan dasar para korban seperti air bersih, layanan kesehatan, makanan, dan tempat penampungan sementara terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pengungsi. Dengan demikian, status bencana nasional akan memastikan kebutuhan tersebut terpenuhi secara cepat dan merata.
Rahmat menyebut bencana yang terjadi—mulai dari banjir bandang hingga tanah longsor—secara simultan di tiga provinsi menunjukkan skala darurat yang luas. Sumatera Barat, ujarnya, berada dalam kondisi paling kritis karena hampir seluruh wilayahnya terdampak.
Situasi dalam beberapa hari terakhir, lanjutnya, telah melampaui batas bencana biasa dan membutuhkan penanganan yang lebih terpadu, cepat, serta menggunakan mobilisasi sumber daya secara masif.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah masih memantau perkembangan bencana sebelum memutuskan langkah lanjutan terkait kemungkinan penetapan status darurat nasional. Presiden menegaskan fokus pemerintah saat ini adalah memastikan bantuan segera sampai ke wilayah yang terdampak.
“Kita terus monitor, kita kirim bantuan terus. Nanti kita menilai kondisinya,” ujar Presiden menanggapi desakan berbagai pihak agar pemerintah menetapkan status bencana nasional terkait banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumatera.
Terkait kemungkinan penetapan status bencana, Presiden menegaskan pemerintah masih melakukan pemantauan lapangan sebelum mengambil keputusan. “Nanti kita monitor terus,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hizbullah mengklaim melakukan 20 operasi militer terhadap tentara Israel di Lebanon selatan sebagai respons pelanggaran gencatan senjata.
Apple resmi menghadirkan iPhone 17e di Indonesia dengan MagSafe, chip A19, dan Action Button. Harga mulai Rp13,4 juta.
Netflix digugat Texas karena dituding membuat fitur adiktif untuk anak dan mengumpulkan data pengguna tanpa izin yang jelas.
Persis Solo berada di ujung degradasi BRI Super League 2025/2026. Dua laga terakhir menjadi penentu nasib Laskar Sambernyawa.
Penelitian AAA mengungkap cuaca panas dan dingin ekstrem dapat memangkas jarak tempuh mobil listrik dan hybrid.
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.