Ledakan Gas Pipa Tanam Robohkan Rumah di Medan, PGN Turunkan Tim
PGN menurunkan tim darurat usai dugaan ledakan gas pipa tanam merobohkan rumah di Medan yang menewaskan satu orang dan dua korban masih hilang.
Foto udara tim gabungan melakukan pembongkaran material untuk memudahkan pencarian korban bangunan mushalla ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (4/10/2025). ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 50 jenazah korban runtuhnya gedung Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, telah berhasil diidentifikasi oleh tim Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Proses identifikasi masih terus berjalan untuk korban lainnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan proses identifikasi dilakukan secara bertahap sejak evakuasi korban dimulai pekan lalu.
“Berdasarkan hasil identifikasi hingga Jumat, 10 Oktober, tim DVI telah berhasil mengidentifikasi 50 jenazah,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).
Ia menambahkan, saat ini tim DVI masih memproses 11 jenazah lainnya, termasuk lima bagian tubuh yang ditemukan tim gabungan SAR di lokasi kejadian. BNPB memastikan seluruh jenazah yang telah teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sementara itu, beberapa keluarga korban masih menunggu hasil identifikasi lanjutan di RS Bhayangkara Surabaya, tempat proses tersebut dilakukan.
Menurut Abdul Muhari, hasil rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menyepakati bahwa sejumlah kementerian dan lembaga terkait akan membantu upaya rehabilitasi.
Langkah tersebut meliputi audit bahan bangunan dan desain konstruksi, serta pemberian rekomendasi teknis agar pembangunan ke depan lebih aman.
Diketahui, ruang salat di lantai tiga Pondok Pesantren Al Khoziny runtuh pada 29 September 2025 saat sedang dalam proses renovasi. Ratusan santri yang sedang beribadah kala itu tertimpa reruntuhan.
Polda Jawa Timur telah meningkatkan status kasus dari penyelidikan menjadi penyidikan. Setelah peningkatan status tersebut, polisi segera memanggil sejumlah saksi untuk pemeriksaan lanjutan. Dari 17 saksi yang sebelumnya dimintai keterangan, beberapa di antaranya akan dipanggil kembali untuk pemeriksaan tambahan berdasarkan hasil penyelidikan awal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PGN menurunkan tim darurat usai dugaan ledakan gas pipa tanam merobohkan rumah di Medan yang menewaskan satu orang dan dua korban masih hilang.
Iran mengklaim menyerang pusat data Amazon di Bahrain sebagai balasan atas serangan AS ke Darkhovin. Ketegangan kedua negara kembali meningkat.
Psikolog UI mengingatkan perubahan perilaku anak dapat menjadi tanda ancaman digital. Orang tua perlu peka dan membangun komunikasi yang aman.
PAD wisata Gunungkidul melampaui target pada semester I 2026. Pemda fokus membenahi retribusi, akses jalan, dan pelayanan wisata.
Sebanyak 195.000 pekerja di Sleman terlindungi BPJS Ketenagakerjaan hingga Juni 2026. Pemkab masih mengejar tambahan 14.000 peserta.
Presiden Prabowo segera menetapkan Jampidsus definitif setelah usulan nama calon pejabat memasuki tahap akhir pembahasan di TPA.