20 Tahun Gempa Jogja 2006 Jadi Pelajaran Penting bagi BNPB
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Kondisi terkini asrama putri Ponpes Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani Desa Belimbing, Kecamatan Besuki, Situbondo, Jatim. Rabu (29/10/2025) ANTARA/Novi Husdinariyanto.
Harianjogja.com, SITUBONDO—Kepolisian Resor Situbondo, Jawa Timur, masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan untuk memastikan penyebab ambruknya atap bangunan asrama putri pondok pesantren yang mengakibatkan seorang santriwati meninggal dan 18 orang lainnya luka-luka.
Atap asrama putri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, itu ambruk setelah sebelumnya di wilayah setempat diguyur hujan disertai angin kencang pada Rabu (29/10) dini hari pukul 01.00 WIB.
"Sampai saat ini kami masih mendalami penyebab pasti runtuhnya atap bangunan, dan dugaan sementara bisa karena faktor cuaca, tapi kami tunggu hasil pemeriksaan teknis dari petugas dan ahli bangunan," kata Kapolres Situbondo AKBP Rezi Dharmawan di Situbondo, Rabu.
Ia menyampaikan di lokasi kejadian polisi juga telah memasang garis polisi yang juga bagian dari proses penyelidikan penyebab ambruknya atap bangunan asrama putri pondok pesantren yang terletak di wilayah barat Situbondo itu.
Selain melakukan olah TKP, lanjut Kapolres Rezi, polisi juga berkoordinasi dengan pihak pondok pesantren, Kementerian Agama setempat dan instansi terkait lainnya untuk memastikan penanganan korban serta keamanan bangunan.
Sampai saat ini, katanya, semua korban santri putri telah mendapat penanganan dengan baik, sementara korban meninggal dunia sudah dimakamkan dan pihak keluarga menerima dengan ikhlas.
"Kami turut berduka cita atas musibah ini, dan saat ini fokus kami memastikan situasi aman dan proses penanganan berjalan baik," kata AKBP Rezi Dharmawan.
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Syekh Abdul Qodir Jailani Besuki, K.H. Muhammad Hasan Nailul Ilmi mengatakan saat kejadian terdengar suara gemuruh sesaat setelah hujan deras disertai angin.
"Sekira pukul 01.00 WIB terdengar suara keras, dan yang ambruk itu bagian atapnya, sementara tembok masih utuh," katanya.
Insiden ambruknya salah satu atap bangunan asrama putri pesantren itu terjadi saat semua santriwati tengah beristirahat, dan setelah hujan disertai angin atap bangunan ambruk menimpa para santriwati yang sedang tidur.
Dari 19 orang santriwati itu, satu korban meninggal, dua korban menjalani perawatan medis di RSUD Besuki, sedangkan belasan santriwati lainnya mengalami luka ringan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BNPB menilai pengalaman penanganan gempa Jogja 2006 penting untuk membangun resiliensi berkelanjutan dan ketahanan masyarakat.
Sebanyak 28 UMKM kuliner binaan Pemkot Jogja mengikuti kurasi produk untuk meningkatkan kualitas dan membuka akses pasar lebih luas.
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
BGN meminta guru mengedukasi siswa agar MBG dikonsumsi sesuai ketentuan dan tidak dibawa pulang karena berisiko memicu keracunan.
IHSG ditutup turun 1,53% ke 6.267,88. Pasar menanti hasil tinjauan MSCI Agustus yang diumumkan 12 Agustus 2026.
Belanja pegawai Kulonprogo masih di atas 30% APBD. DPRD mendorong efisiensi birokrasi dan penguatan PAD tanpa mengurangi layanan publik.