Marc Marquez Temukan Feeling Motor Ducati Usai Modifikasi di Motegi
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Anak-anak dan warga Gaza, Palestina, berebut untuk mendapatkan makanan di tengah kelaparan yang melanda wilayah tersebut. (ANTARA/Xinhua)
Harianjogja.com, GAZA—Lebih dari satu juta warga Palestina, termasuk lebih dari 350.000 anak-anak, masih berada di Kota Gaza dan wilayah utaranya. Mereka menolak untuk dievakuasi ke bagian selatan Jalur Gaza.
Hal itu dilaporkan Kantor Media Gaza pada Jumat (12/9/2025). Dalam laporannya, Kantor Media Gaza menambahkan bahwa Israel telah memaksa lebih dari 800.000 orang untuk pindah ke wilayah al-Mawasi, yang tidak memiliki sarana hidup dasar.
BACA JUGA: Hamas Terus Upayakan Perdamaian, Israel Tebar Perang di Kawasan
Dalam sebuah pernyataan, kantor itu menegaskan bahwa penolakan warga Palestina untuk pindah ke selatan terjadi meskipun agresi barbar dan genosida yang terus dilakukan oleh pendudukan Israel. Pernyataan tersebut menyebutkan serangan tersebut bertujuan untuk memaksakan kejahatan pengusiran paksa.
Kantor tersebut turut mencatat bahwa Israel sebelumnya telah menyatakan bahwa “pengungsian kali ini akan bersifat permanen, tanpa adanya pengembalian ke Kota Gaza dan wilayah utara, yang merupakan kejahatan dan melanggar semua hukum internasional.”
“Kami menegaskan bahwa lebih dari satu juta warga Palestina, termasuk lebih dari 350.000 anak-anak, tetap berada di Kota Gaza dan wilayah utara, teguh di tanah, rumah, dan properti mereka, serta menolak skema pengusiran paksa ke selatan,” ucap pernyataan tersebut.
Kantor media itu juga menyebutkan bahwa tim pemantau telah mengamati “pengungsian balik dari selatan ke Kota Gaza dan wilayah utara setelah para pengungsi menemukan bahwa wilayah selatan bahkan tidak memiliki kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.”
Sekitar 68.000 orang dipaksa pindah ke selatan di tengah bombardir, pembunuhan massal, dan ancaman, menurut kantor tersebut. Namun, lebih dari 20.000 orang telah kembali ke wilayah asal mereka pada Kamis (11/9) setelah mendapati bahwa wilayah selatan tidak memiliki kondisi hidup yang layak.
Tercatat pula bahwa populasi gabungan Kota Gaza dan wilayah utaranya mencapai lebih dari 1,3 juta jiwa, dengan sekitar 398.000 berada di Gaza Utara dan 914.000 di Kota Gaza. Hampir 300.000 penduduk telah mengungsi dari lingkungan timur menuju bagian tengah dan barat kota.
Lebih lanjut, Kantor Media Gaza menekankan bahwa wilayah al-Mawasi di Khan Younis dan Rafah, tempat Israel memaksa 800.000 orang dan secara keliru mengklaim itu adalah wilayah kemanusiaan dan aman, telah dibom lebih dari 109 kali yang menyebabkan lebih dari 2.000 kematian.
Wilayah selatan Gaza tersebut juga dilaporkan tidak memiliki rumah sakit, infrastruktur, atau layanan dasar yang memadai seperti tenda, tempat perlindungan, air, makanan, listrik, dan pendidikan.
Adapun zona perlindungan yang ditetapkan Israek hanya mencakup kurang dari 12 persen dari total luas wilayah Jalur Gaza dan Israel dikecam karena mencoba memaksa lebih dari 1,7 juta orang untuk tinggal di area sekecil itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Marc Marquez menemukan kenyamanan pada motor Ducati setelah modifikasi sebelum sprint race MotoGP Jepang dan meraih kemenangan di Motegi.
Pawukon merupakan bagian dari penanggalan Jawa yang mengenal 30 wuku. Simak perbedaan Pawukon, wuku, dan weton.
Sebanyak 7.990 atlet akan mengikuti Porprov Jateng 2026 dan memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Gempa M6,1 mengguncang Sumba Barat Daya, NTT, Minggu pagi. Guncangan terasa hingga Manggarai Barat dan tidak berpotensi tsunami.
Paus Leo XIV mengingatkan bahaya AI dalam seni dan mendesak karya manusia dibedakan dari hasil mesin yang diproses algoritma.
Harga iPhone 15 dan iPhone 16 turun Rp1,5 juta pada awal Oktober 2026. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan kabar iPhone 18.