Dewan Pers Desak RI Bebaskan Jurnalis yang Ditahan Israel
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek BRIN Profesor Edy Giri Rachman Putra (kiri) dan Direktur Poltek Nuklir BRIN Zainal Arief. /Istimewa.
Harianjogja.m, JOGJA—Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) komersial pertama Indonesia pada 2032 di Sumatra dan Kalimantan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Politeknik Nuklir pun menyiapkan lulusan vokasi berkompetensi nuklir untuk mendukung operasional tersebut.
Deputi Sumber Daya Manusia dan Iptek (SDMI) BRIN Profesor Edy Giri Rachman Putra menyatakan ketersediaan SDM Indonesia sudah siap mendukung operasional PLTN komersial pada 2032. Indonesia secara terstruktur telah lama menyiapkan SDM nuklir. Poltek Nuklir salah satunya yang mencetak SDM telah berusia 40 tahun sejak pertama kali berdiri pada 1985.
"Kalau di Poltek Nuklir melahirkan nuclear technologist yang memiliki kompetensi dalam mengoperasikan, memelihara, dan merawat fasilitas nuklir. Pengalaman Indonesia mengelola tiga reaktor nuklir yang ada di Bandung, Serpong, dan Jogja menjadi fondasi dasar bahwa kapasitas SDM sudah terbentuk sehingga tinggal diperbesar jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan PLTN," katanya dalam pelaksanaan wisuda Politeknik Nuklir, Rabu (10/9/2025).
BACA JUGA: Rusia Siap Bantu Penyiapan SDM Nuklir di Indonesia
Guna mengoperasikan PLTN, tidak hanya dibutuhkan alumni jurusan nuklir, namun juga lulusan teknik mesin, elektro, fisika, hingga bidang sosial ekonomi juga berperan, terutama dalam keterlibatan stakeholder. Setiap tahun setidaknya Indonesia meluluskan sekitar 300 sarjana bidang nuklir dari tiga kampus di Indonesia salah satunya Poltek Nuklir.
"Sehingga menurut kami terkait pemenuhan SDM untuk operasional PLTN yang direncanakan di 2032 ini, kita sudah siap untuk memenuhi kebutuhan operasional PLTN tersebut," katanya.
Direktur Poltek Nuklir BRIN Zainal Arief menambahkan penyesuaian kurikulum telah diterapkan sejak 2024 agar lebih sinkron dengan kebijakan pemerintah dan regulasi PP Nomor 57 Tahun 2022. Kurikulum harus spesifik dan sesuai dengan visi lembaga yang menaungi, dalam hal ini adalah BRIN. Saat ini memfokuskan tiga program studi menjadi enam peminatan yang relevan dengan kebutuhan SDM untuk PLTN.
Enam peminatan tersebut, terdiri atas pembangkit energi nuklir dan analisis kenukliran pada prodi elektromekanika, instrumentasi medik nuklir dan teknologi akselerator pada prodi elektronika instrumentasi, serta bahan bakar nuklir dan teknologi produksi radioisotop, radiofarmaka pada prodi tekno kimia nuklir.
Keenam peminatan itu, menurut dia, disiapkan untuk mendukung program pemerintah, baik terkait pemanfaatan nuklir untuk energi, maupun pemanfaatan teknologi nuklir untuk industri, pertanian, atau medik.
"Harapannya dengan proses kurikulum baru ini, pada tahun 2028 akan ada lulusan yang memang berkompeten sesuai dengan enam peminatan tadi," ujarnya.
Adapun pada wisuda tahun akademik 2024/2025, Rabu (10/9), Poltek Nuklir mengukuhkan 74 wisudawan dari tiga program studi, yaitu Teknokimia Nuklir (28 orang), Elektronika Instrumentasi (21 orang), dan Elektro Mekanika (25 orang). Dari 74 wisudawan tahun ini, 65 orang lulus dengan predikat cumlaude.
"Kami juga menggelar dies natalis ke-40, di mana kami akan terus mengupayakan peningkatan mutu, akses pendidikan dan relevansi keilmuan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Chery dan BYD mengkaji potensi kenaikan harga mobil di Indonesia akibat pelemahan rupiah dan tekanan biaya produksi.
Panduan membaca hasil TKA Kemendikdasmen agar peserta didik memahami makna skor dan kategori penilaian akademik.
Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul kembali menggelar kegiatan Internalisasi Kesejarahan melalui Pembinaan Komunitas.
Harga LPG non-subsidi di Kulonprogo naik sekitar Rp10 ribu per tabung, penjualan mulai menurun di sejumlah pangkalan.
Leo/Daniel naik peringkat BWF usai juara Thailand Open 2026, diikuti perubahan ranking atlet bulu tangkis Indonesia lainnya.