Tak Pakai NIK Lagi, Aktivasi SIM Kini Harus Scan Wajah
Registrasi SIM card kini wajib biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Kemkomdigi larang penggunaan NIK dan KK tanpa verifikasi.
Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Halim./JIBI-Dok. KCIC
Harianjogja.com, JAKARTA - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) meningkatkan pengamanan di sejumlah lokasi yang rawan gangguan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Sebagai upaya pengamanan, KCIC terus memperkuat sinergi dengan Babinkamtibmas dan Babinsa di lokasi yang rawan gangguan layang-layang," kata General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa di Jakarta, Senin.
Patroli gabungan dilakukan di wilayah Kecamatan Padalarang, Cimahi Tengah, Bandung Kulon, Bojongloa Kidul dan Bandung Kidul.
Upaya tersebut menindaklanjuti perjalanan Kereta Cepat Whoosh G1060 relasi Tegalluar Summarecon-Halim yang sempat tertahan sejenak di jalur KM 111+200 akibat adanya benang layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik.
"Tepat di depan salah satu terowongan antara Stasiun Tegalluar Summarecon dan Padalarang kereta tertahan, akibat adanya benang layang-layang yang tersangkut pada jaringan Listrik Aliran Atas (Overhead Catenary System/OCS)," ujar Eva.
Perjalanan Kereta Cepat Whoosh G1060 relasi Tegalluar Summarecon-Halim yang sempat tertahan itu berawal dari adanya laporan benang layang-layang yang tersangkut jaringan listrik sekitar pukul 19.34 WIB.
Masinis KA G1053 melaporkan ada benang layang-layang tersangkut di OCS. Train Control (TC) segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memberikan instruksi pembatasan kecepatan, penurunan pantograph serta peningkatan pengawasan kepada kereta yang melintas di area tersebut.
Lalu, sekitar pukul 20.21 WIB, KA G1060 dihentikan di KM 111+330 untuk menurunkan petugas "Power Supply" yang langsung melakukan evakuasi manual terhadap benang layang-layang.
BACA JUGA: DPR RI Kecam Pemerkosa di Gunungkidul yang Paksa Korban Berdamai
Hanya dalam waktu 5 menit sejak listrik dimatikan, tepatnya pada pukul 20.26 WIB aliran listrik kembali normal dan pada pukul 20.29 WIB kereta dapat kembali dijalankan.
KCIC menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul dari kejadian ini.
Eva menyebutkan, saat ini regulasi khusus atau peraturan pemerintah yang memuat larangan bermain layang-layang di sekitar jalur kereta cepat masih dalam proses pembahasan oleh seluruh pihak terkait (stakeholders).
Selain itu, pihak KCIC juga melakukan pemantauan langsung, edukasi, imbauan dan larangan kepada masyarakat yang kedapatan bermain layang-layang agar kesadaran kolektif terhadap keselamatan perjalanan Whoosh semakin meningkat.
"Penanganan cepat ini menunjukkan kesiapan KCIC dalam menjaga keselamatan sekaligus memastikan perjalanan dapat segera kembali normal," katanya.
Eva mengimbau masyarakat untuk tidak bermain atau menerbangkan layang-layang di sekitar jalur kereta cepat.
Aktivitas ini sangat berisiko terhadap gangguan teknis, penghentian perjalanan hingga potensi kecelakaan yang tidak diinginkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Registrasi SIM card kini wajib biometrik wajah mulai 1 Juli 2026. Kemkomdigi larang penggunaan NIK dan KK tanpa verifikasi.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.
PSS Sleman resmi mempertahankan Dominikus Dion. Gelandang muda ini jadi kunci kebangkitan Super Elja ke Super League.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.