Bansos Beras 30 Kg Cair Oktober 2026, Cek NIK Penerima
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Peta situasi bencana pergerakan tanah Kampung Cigintung, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yang disusun tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diterima di Jakarta, Jumat (20/6/2025). ANTARA/HO-Badan Geologi
Harianjogja.com, PURWAKARTA—Bencana pergerakan tanah di Kampung Cigintung, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat yang membuat seluruh warganya dievakuasi dipicu oleh akumulasi air tanah yang memicu pelunakan struktur tanah di bawah permukaan.
Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Muhammad Wafid di Jakarta, Jumat, menjelaskan bahwa gerakan tanah di wilayah itu diawali dari interaksi antara air tanah dan bidang kontak geologi antara lapisan endapan vulkanik tua dan batuan serpih yang berada di bawahnya.
BACA JUGA: Fasilitas Cadangan Peringatan Dini Tsunami Sangat Penting, Ini Kata BNPB
"Air tanah yang terakumulasi di bidang kontak itu meningkatkan tekanan pori dan menyebabkan daya ikat tanah menurun. Serpih yang berinteraksi dengan air menjadi plastis dan melunak, sehingga kestabilan lereng di atasnya terganggu," ujarnya.
Badan Geologi menilai kondisi itu makin berisiko ketika terjadi hujan terus-menerus, karena air yang merembes ke dalam tanah membuat bidang gelincir menjadi lebih licin dan rentan bergerak. Akibatnya, lapisan tanah di atasnya mengalami pergeseran yang disebut gerakan nendatan.
Wafid menyebutkan bahwa gerakan tanah ini ditandai dengan munculnya retakan, amblesan, dan lendutan di kaki lereng akibat tekanan dari material di atasnya.
"Gerakan ini bisa terus berulang jika tingkat kejenuhan air tanah tidak segera menurun atau ditangani secara struktural," kata dia.
Berdasarkan pemeriksaan lapangan, gerakan tanah yang terjadi di Cigintung bersifat melengkung atau rotational dan terus berkembang, dengan arah pergeseran ke barat daya di bagian mahkota dan ke timur laut di bagian kaki lereng.
Merujuk catatan tim Badan Geologi didapati lokasi longsor berada dalam zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi, dan berdasarkan informasi dari warga, kejadian serupa pernah terjadi pada tahun 2007, lalu kembali aktif sejak 20 April 2025.
Tim Geologi menemukan pergerakan tanah semakin intensif pada Mei dan Juni 2025, menyebabkan seluruh warga Kampung Cigintung, Purwakarta dievakuasi sementara.
"Saat pemeriksaan dilakukan, pergerakan masih terus berkembang sehingga seluruh warga Kampung Cigintung diungsikan sementara," kata dia.
Data BPBD Kabupaten Purwakarta hingga 17 Juni 2025 mencatat dampak bencana berupa 69 rumah rusak, satu rumah ibadah terdampak, dan 256 jiwa mengungsi. Satu ruas jalan antar desa juga terputus, meskipun tidak ada korban jiwa.
"Warga harus tetap waspada, terutama ketika curah hujan meningkat, serta menghindari aktivitas berat di sekitar kaki lereng. Kegiatan bertani masih dapat dilakukan, namun perlu mempertimbangkan kondisi tanah secara berkala," kata Wafid menambahkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.