AI Muse Tembus 1,8 Juta Unduhan, Ini Keunggulannya
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Dokter dan pasien. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Dari sebanyak 56.000 alat kesehatan yang memiliki izin edar di Indonesia hanya 20% yang diproduksi dalam negeri. Artinya 80% sisanya diproduksi di luar negeri atau impor, di bawah izin edar dalam negeri.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Lucia Rizka Andalucia mengatakan meskipun masih kecil, dari segi penyerapan alkes dalam negeri melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) naik.
“Dari tahun 2019 sampai tahun 2024 ini pengadaan melalui LKPP untuk AKD [alat kesehatan dalam negeri] itu sebesar 48 persen dari 19 persen meningkat menjadi 48 persen karena kami selalu di absen LKPP terkait dengan penyerapan alat kesehatan produksi dalam negeri,” kata Lucia dalam Launching Ventilator Savina 300 ID di Cikarang, Kamis (19/6/2025).
Kendati demikian, dia melihat kondisi tersebut belum memuaskan lantaran produksi alkes lokal yang masih minim. Terlebih, produsen dan distributor alkes dalam negeri juga tercatat hanya 800 pabrikan dan 5.600 distributor.
“Jadi komposisinya juga masih sangat jauh inilah yang menjadi program yang harus kami kejar untuk menuju ketahanan di bidang kefarmasian dan alat kesehatan,” tuturnya.
BACA JUGA: Demo Sopir Truk ODOL Juga Terjadi di Delangu Klaten, Diikuti Ratusan Orang
Dalam hal ini, dia pun menyambut kedatangan investor alkes baru dari Jerman, Drager yang membawa produk ventilator atau alat bantu pernapasan berteknologi canggih untuk diproduksi dalam negeri.
Drager Indonesia membawa produknya yakni Savina 300 ID dengan kapasitas produksi mencapai 540 unit per tahun yang dirakit di pabrik PT PHC Indonesia di kawasan Cikarang.
“Kita tahu bahwa di industri alat kesehatan ini, ini potensi bisnisnya sangat-sangat besar, kira-kira US$9,1 miliar alat-alat medis yang diimpor seharusnya bisa diproduksi di dalam negeri,” ujar Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dalam kesempatan yang sama.
Dia mengingatkan, kala pandemi Covid-19 berlangsung lebih dari 70.000 ventilator dibutuhkan dan banyak negara yang mengalami krisis alat-alat kesehatan, termasuk Indonesia.
Untuk itu, dia pun berharap akan ada investor alat kesehatan lainnya yang bisa memproduksi untuk memasok kebutuhan layanan kesehatan di Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.
PT Virgo Karya Shipping memberikan pendampingan hukum kepada nakhoda Kapal Virgo Transport 8 yang telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sarmuji resmi menjadi Menperin menggantikan Agus Gumiwang. Kadin meminta empat persoalan industri segera menjadi perhatian.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.