Jejak Romusha Pekanbaru Dikenang, Keluarga Korban dari Belanda Datang
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Ketua MPR RI yang juga politikus Partai Gerindra Ahmad Muzani. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA—Ketua MPR RI yang juga politikus Partai Gerindra Ahmad Muzani memuji para alumni Madrasah Muallimin Muhammadiyah yang sudah memberikan banyak sumbangsih terhadap bangsa dan negara. Muzani menyebut alumni Muallimin Muhammadiyah mampu memengaruhi cara berpikir masyarakat.
"Meski pun jumlah alumninya tidak ratusan ribu, tidak berpuluh-puluh ribu, tetapi alumni Muallimin Muhammadiyah mampu mempengaruhi cara berpikir ratusan ribu bahkan jutaan orang. Tentu adik-adik yang saat ini lulus pada 10 atau 20 tahun ke depan akan menjadi para pemimpin bangsa," katanya dalam pelepasan Siswa Kelas VI Madrasah Muallimin Muhammadiyah Jogja, Sabtu (24/5/2025).
BACA JUGA: Ahmad Muzani Ditetapkan jadi Ketua MPR 2024-2029, Harta Kekayaannya Tercatat Rp59 Miliar
Hal itu, kata Muzani, tidak lepas dari peran dan didikan persyarikatan Muhammadiyah yang telah terbukti mampu melahirkan para pemimpin bangsa, tokoh politik islam yang berkontribusi terhadap berbagai pemikiran kebangsaan.
Ia mencontoh sosok Anwar Harjono merupakan tokoh politik hasil didikan Madrasah Muallimin Muhmmadiyah. Merupakan tokoh penting di Masyumi era terdahulu dan pernah menjadi Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam. Pemikiran kebangsaannya tidak diragukan lagi, di mana mampu memperjuangkan partai Islam di eranya.
"Dan masih banyak lagi, ada Kiai Hasan Basri Almagfurllah yang merupakan Ketua MUI era Orde Baru, kemudian ada sosok legendaris AR Fahruddin hingga Buya Syafii Maarif. Maka begitulah saya katakanya bahwa alumni Muallimin ini tidak banyak, tetapi mampu mempengaruhi pemikiran banyak orang," katanya.
Oleh karena itu, Muzani berharap ke depan para lulusan tersebut mampu menjalankan proses pendidikan selanjutnya dengan lancar, baik yang akan ke luar negeri maupun perguruan tinggi dalam negeri. "Tentu ke depan para pemimpin bangsa ada di tangan adik-adik ini," ujarnya.
Direktur Madrasah Muallimin Muhammadiyah Aly Aulia menyatakan sebanyak 210 lulusan dilepas tahun ini. Di mana mereka akan melanjutkan ke sejumlah perguruan tinggi, termasuk beberapa di antaranya sudah diterima di kampus luar negeri. Pada acara pelepasa kali ini sengaja mengangkat tema Palestina sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan.
"Nuansa Palestina, yang dihadirkan sebagai simbol keberpihakan dan pembelaan terhadap kemanusiaan. Disertai dengan penampilan seni dan budaya yang mengangkat tema persatuan dan solidaritas, acara ini diharapkan dapat menanamkan etos kepada para alumni. Pendidikan yang kalian terima di sini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga harus dapat memberi terang bagi sesama," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.