Sayembara Begal Jadi Polemik, Yusril Minta Patroli Ditingkatkan
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Ilustrasi ledakan. - Freepik
Harianjogja.com, GARUT—Sebuah ledakan yang diduga berasal dari aktivitas pemusnahan amunisi terjadi di kawasan pantai wilayah Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (12/5/2025). Sebanyak sebelas orang dilaporkan meninggal dunia, korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk.
Camat Cibalong Dianavia Faizal membenarkan adanya ledakan di kawasan pantai. Terkait dengan kronologisnya, camat tidak menyampaikannya.
Berdasarkan laporan Unit Intel Kodim 0611/Garut dari sebelas orang yang meninggal dunia dua di antaranya adalah personel militer.
Menurut keterangan sejumlah warga, ledakan terjadi pagi hari dari proses pemusnahan amunisi militer yang dilakukan di area terbuka pantai. Awalnya tidak terjadi insiden, namun ketika ledakan berhenti, warga mendekat untuk mengumpulkan serpihan logam yang dianggap laku dijual.
Saat itu ternyata masih ada amunisi yang belum meledak dan terjadilah insiden maut ini. Ledakan kedua pun terjadi sehingga menimbulkan korban jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja hari ini dari Stasiun Palur mulai pukul 05.00 WIB hingga Stasiun Tugu Yogyakarta.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Senin 27 Juli 2026 dengan 15 perjalanan dan tarif tetap Rp8.000 dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Imigrasi Manado menunda 24 keberangkatan PMI terindikasi TPPO hingga Juli 2026 sebagai upaya mencegah pekerja migran nonprosedural.
Rusia mengklaim menyerang pusat logistik dan fasilitas produksi drone Ukraina, sementara Iran memprotes serangan Ukraina di Laut Kaspia.
Pemkot Semarang menginstruksikan OPD dan warga siaga penuh menghadapi kemarau ekstrem 2026 untuk mencegah kebakaran dan gangguan kesehatan.