Yakin Singkirkan Prancis, Pelatih Spanyol Percaya Diri ke Final
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
Tri Yusgiyanti saat berbicara di hadapan perempuan PPKS di Balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Dinas Sosial DIY di Cokrobedog Sidoarum Godean Sleman, Selasa (25/3/2025) Ist
Harianjogja.com, SLEMAN–Selain membangun rumah untuk masyarakat, Hoki Group Property menggelar program jalinan kasih sebagai wujud nyata kepedulian pada sesama yang membutuhkan.
Saat mengunjungi Yayasan Al-Dzikro -lembaga sosial yang menangani para yatim piatu, fakir miskin dan para lansia/jompo- CEO Hoki Group Property Tri Yusgiyanti mengatakan, pihaknya terus berusaha menebarkan wujud berkah serta berbagi cinta dengan berbuka bersama. Hal itu, katanya, menjadi komitmennya untuk memberikan makna dari keberlanjutan program Corporate Social Responsibility (CSR).
"Program Hoki Jalinan Kasih ini merupakan implementasi program CSR yang mengintegrasikan kepedulian Hoki Group Property terhadap aspek sosial, lingkungan, dan ekonomi. Aksi ini bukanlah sekadar tindakan sukarela ini adalah tanggung jawab moral dan etis bagi perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya dan lingkungan di mana kami beroperasi," katanya, Selasa (25/3/2025).
BACA JUGA: REI DIY Gelar Pameran Properti di Pakuwon Mall, Transaksi Ditarget Tembus Rp50 Miliar
"Kami terus berupaya berkontribusi pada pembangunan sosial dan lingkungan serta memberi bukti bahwa Hoki Group Properti sebagai entitas yang bertanggung jawab dan peduli, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen serta investor kami," ungkapnya.
Selain di Al Dzikro, Hoki Jalinan Kasih juga mengunjungi warga di Balai Perlindungan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Dinas Sosial DIY di Cokrobedog Sidoarum Godean Sleman. Hoki ingin terus bersilaturahmi serta ikut berperan aktif berbagi cerita inspirasi sekaligus menjadi support system bagi perempuan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Tri memiliki konsern untuk ikut menyuarakan kesetaraan gender kini mencakup isu-isu yang lebih kompleks, seperti kesenjangan upah, kekerasan berbasis gender dan representasi perempuan dalam kepemimpinan. Dia terus mencoba membangun mindset positif bahwa segala cobaan yang sedang menimpa bukan sebuah akhir segalanya.
"Sebaliknya, berbagai macam problematika membantu kita menjadi wanita dengan pribadi yang lebih kuat. Sebagai seorang wanita, saya ingin terlibat dan ikut serta dalam rangka pemberdayaan wanita khususnya para Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) ini," tambahnya.
Tri memahami bahwa perempuan kerap mengalami situasi yang sangat terpuruk dan tertekan. Dukungan moril dan perhatian adalah salah satu upaya penting dan mendasar untuk terus dilakukan bersama dengan BPRSW.
"Inilah saatnya untuk mulai mendengarkaan serta memahami apa yang PPPK rasakan, yang sedang berjuang keluar dari sesuatu yang bersifat traumatis. Mereka semua mengalami saat-saat kesedihan, ketakutan, dan kerentanan. Saling mendukung bukan hanya tentang memberi tangan maupun perhatian, tetapi juga memberikan stimulus keberanian, inspirasi, dan kepercayaan diri, khususnya dari saya seorang perempuan kepada mereka sesama wanita,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente optimistis timnya bisa mengalahkan Prancis di semifinal Piala Dunia 2026. Rekor pertemuan jadi modal penting.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.