Kejagung Tetapkan 4 Tersangka Baru Korupsi IUP PT QSS
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Ilustrasi banjir/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan bantuan sosial (bansos) untuk warga terdampak banjir yang melanda Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Kemensos memberikan bansos untuk 223 jiwa atau 76 KK terdampak banjir di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dengan nilai bantuan yang diberikan sebesar Rp227.406.250.
BACA JUGA: Puncak Bogor Banjir, 423 Jiwa Terdampak
"Bantuan dikirim pada Senin, 3 Maret 2025 ke lokasi bencana," kata Mensos dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada Senin (3/3/2025).
Ia menuturkan bantuan tersebut dikirim dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Kemensos melalui gudang induk Bekasi.
"Barang tersebut digunakan untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat," katanya.
Bantuan tersebut terdiri dari makanan siap saji 500 paket, lauk pauk siap saji 500 paket, selimut 100 lembar, kasur 100 lembar, kidware 100 paket, family kit 100 paket, dan tenda gulung 100 lembar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Trump dikabarkan mempertimbangkan serangan baru ke Iran di tengah negosiasi diplomatik dan meningkatnya ketegangan Timur Tengah.