Bayar Pajak Sleman Kini Bisa Lewat BYOND BSI, Lebih Cepat dan Praktis
Pembayaran pajak Sleman kini bisa dilakukan secara digital melalui BYOND by BSI, lebih cepat, praktis, dan transparan.
Panen padi - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Kondisi cuaca yang dinilai kondusif menjadi faktor kunci produksi beras berjalan dalam kondisi normal.
Pengamat ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatan produksi beras di Indonesia berjalan normal karena faktor cuaca. "Produksi beras nampaknya mengalami kondisi normal kembali pascakondisi El Nino yang berkepanjangan," ujarnya, Senin (10/2/2025).
Dia menjelaskan, El Nino adalah fenomena ketika suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature /SST) di Samudera Pasifik meningkat di atas normal.
BACA JUGA: Luas Panen Padi Indonesia 2024 Turun 0,17 Juta Hektare
Kondisi itu menyebabkan awan lebih banyak di bagian tengah Samudera Pasifik sehingga hujan lebih sedikit di sebagian besar wilayah Indonesia.
Faktor cuaca memang menjadi kunci yang mempengaruhi panen padi yang kemudian berdampak pada ketersediaan stok dan harga beras di pasaran.
"Tahun kemarin memang terjadi musim kemarau berkepanjangan dan pergeseran musim panen di kuartal pertama. Yang tadinya musim panen terjadi di Maret, namun bergeser ke April-Mei. Akibatnya stok sangat tidak stabil dan membuat harga menjadi sangat tidak menentu," katanya.
Nailul mengatakan faktor cuaca yang tidak dalam kondisi ekstrem pada saat ini akan membuat produksi beras dalam kondisi stabil.
"Tahun ini nampaknya musim panen raya akan terjadi serentak di bulan Maret. Cuaca juga tidak ada kondisi yang sangat ekstrem sehingga produksi beras nampaknya tidak ada gangguan berarti. Produksi beras di musim panen raya akan stabil," ujarnya.
BACA JUGA: Wamentan Minta Bulog Serap Beras Petani untuk Wujudkan Swasembada Pangan
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras secara nasional pada periode Januari-Maret 2025 diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan hingga mencapai 52,32 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras Januari-Maret 2025 diperkirakan mencapai 8,67 juta ton, meningkat tajam sebesar 52,32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,69 juta ton
Peningkatan itu sejalan dengan meluasnya potensi luas panen padi yang diperkirakan mencapai 2,83 juta hektare. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 970.330 hektare atau 52,08 persen dibandingkan dengan luas panen pada Januari-Maret 2024 yang hanya sebesar 1,86 juta hektare.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pembayaran pajak Sleman kini bisa dilakukan secara digital melalui BYOND by BSI, lebih cepat, praktis, dan transparan.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Selasa 10 Juni 2026. Rute ke Sleman City Hall, Condongcatur, Gamping, dan Kota Jogja dengan tarif Rp80.000.
Harga Pertamax naik menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026. Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter.
John Herdman mengaku Timnas Indonesia seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol saat mengalahkan Mozambik 1-0 pada FIFA Match Day.
Prabowo menyetujui perluasan Program Bedah Rumah pada 2027. Target 400.000 rumah diperbaiki untuk memperluas akses hunian layak.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul berencana menggelar program bertajuk Entrepreneurship University yang ditujukan bagi generasi muda