Dukungan Cuaca Menjadi Faktor Kunci Produksi Beras Berjalan Normal

Newswire
Newswire Senin, 10 Februari 2025 15:17 WIB
Dukungan Cuaca Menjadi Faktor Kunci Produksi Beras Berjalan Normal

Panen padi - Ilustrasi Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA— Kondisi cuaca yang dinilai kondusif menjadi faktor kunci produksi beras berjalan dalam kondisi normal.

Pengamat ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatan produksi beras di Indonesia berjalan normal karena faktor cuaca. "Produksi beras nampaknya mengalami kondisi normal kembali pascakondisi El Nino yang berkepanjangan," ujarnya, Senin (10/2/2025).

Dia menjelaskan, El Nino adalah fenomena ketika suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature /SST) di Samudera Pasifik meningkat di atas normal.

BACA JUGA: Luas Panen Padi Indonesia 2024 Turun 0,17 Juta Hektare

Kondisi itu menyebabkan awan lebih banyak di bagian tengah Samudera Pasifik sehingga hujan lebih sedikit di sebagian besar wilayah Indonesia.

Faktor cuaca memang menjadi kunci yang mempengaruhi panen padi yang kemudian berdampak pada ketersediaan stok dan harga beras di pasaran.

"Tahun kemarin memang terjadi musim kemarau berkepanjangan dan pergeseran musim panen di kuartal pertama. Yang tadinya musim panen terjadi di Maret, namun bergeser ke April-Mei. Akibatnya stok sangat tidak stabil dan membuat harga menjadi sangat tidak menentu," katanya.

Nailul mengatakan faktor cuaca yang tidak dalam kondisi ekstrem pada saat ini akan membuat produksi beras dalam kondisi stabil.

"Tahun ini nampaknya musim panen raya akan terjadi serentak di bulan Maret. Cuaca juga tidak ada kondisi yang sangat ekstrem sehingga produksi beras nampaknya tidak ada gangguan berarti. Produksi beras di musim panen raya akan stabil," ujarnya.

BACA JUGA: Wamentan Minta Bulog Serap Beras Petani untuk Wujudkan Swasembada Pangan

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras secara nasional pada periode Januari-Maret 2025 diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan hingga mencapai 52,32 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras Januari-Maret 2025 diperkirakan mencapai 8,67 juta ton, meningkat tajam sebesar 52,32 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 5,69 juta ton

Peningkatan itu sejalan dengan meluasnya potensi luas panen padi yang diperkirakan mencapai 2,83 juta hektare. Angka ini menunjukkan kenaikan sekitar 970.330 hektare atau 52,08 persen dibandingkan dengan luas panen pada Januari-Maret 2024 yang hanya sebesar 1,86 juta hektare.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online