Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol, Ini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Ilustrasi perubahan iklim./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia telah menyebabkan kematian sedikitnya 3.700 orang pada 2024, sementara jumlah hari yang sangat panas di seluruh dunia mencapai 41 hari, demikian menurut laporan gabungan oleh World Weather Attribution (WWA) dan Climate Central.
Suhu tinggi yang disebabkan oleh perubahan iklim akibat ulah manusia telah mengakibatkan gelombang panas, kekeringan, kebakaran hutan, badai dan banjir di seluruh dunia pada 2024, kata laporan tersebut, yang dipublikasikan pada Jumat.
"Perubahan iklim menyebabkan kematian sedikitnya 3.700 orang dan jutaan orang mengungsi akibat 26 kejadian cuaca yang kami pelajari pada 2024... Secara global, perubahan iklim menambah rata-rata 41 hari panas berbahaya tambahan pada 2024 yang mengancam kesehatan masyarakat," menurut siaran pers laporan tersebut.
BACA JUGA : Perempuan Lebih Rentan dari Dampak Perubahan Iklim
Pada kenyataannya, jumlah orang yang tewas akibat kondisi cuaca ekstrem tahun ini bisa mencapai "puluhan atau ratusan ribu," karena laporan tersebut hanya membahas sejumlah kecil kejadian cuaca "yang paling berdampak," menurut siaran pers tersebut.
Sebagian besar negara yang mengalami jumlah hari panas berbahaya tertinggi adalah negara kepulauan kecil dan negara berkembang, kata laporan itu. Selain itu, suhu global yang memecahkan rekor pada 2024 mengakibatkan hujan lebat yang memecahkan rekor, karena 15 dari 16 banjir yang diteliti dalam laporan tersebut disebabkan oleh curah hujan yang meningkat akibat perubahan iklim.
Pada saat yang sama, hutan hujan Amazon dan Lahan Basah Pantanal dilanda kekeringan dan kebakaran hutan yang parah, yang menyebabkan hilangnya keanekaragaman hayati dalam jumlah besar, menurut laporan tersebut.
WWA dan Climate Central menyerukan peralihan yang lebih cepat dari bahan bakar fosil, lebih banyak pendanaan untuk negara-negara berkembang, pelaporan kematian akibat panas secara langsung, dan peningkatan peringatan dini terhadap kejadian cuaca ekstrem untuk mengurangi jumlah korban di masa mendatang.
Pada Oktober, WWA mengatakan bahwa lebih dari 500.000 orang telah meninggal di seluruh dunia akibat bencana alam paling mematikan selama 20 tahun terakhir, dan menambahkan bahwa jumlah kematian yang tinggi tersebut dipicu oleh perubahan iklim, di antara faktor lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.
Kulonprogo mendorong penanganan Jalan Dekso-Samigaluh dan Jembatan Duwet. Jalan ditargetkan masuk anggaran 2027, jembatan masih dikaji.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dari Yogyakarta ke Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.