Kejati Diminta Hentikan Pendataan MBG, Korupsi Tetap Diusut
Kejagung menghentikan pengumpulan data Program MBG di seluruh daerah karena masa pendataan selesai. Penyidikan baru tetap dimungkinkan bila ditemukan pelanggara
Ilustrasi kecelakaan - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA --Satu orang dinyatakan meninggal dunia dalam kecelakaan yang melibatkan satu truk tronton dan delapan kendaraan di lampu lalu lintas Slipi, Jakarta Barat, Selasa (26/11/2024).
Kejadian kecelakaan itu disampaikan oleh akun resmi @TMCPoldametro. Dalam akun itu, kecelakaan tersebut terjadi sekitar 07.00 WIB.
Polisi menduga kecelakaan yang melibatkan sejumlah kendaraan tersebut diakibatkan lantaran truk tronton mengalami rem blong.
"07.00 Sebuah truk tronton mengalami gangguan rem & menabrak 8 kendaraan di Traffic Light Slipi Jakarta Barat," tulis @TMCPoldametro.
Akibat kecelakaan tersebut, Polda Metro Jaya menyampaikan satu orang telah meninggal dunia. Adapun, saat ini kecelakaan tersebut tengah ditangani petugas di lokasi.
BACA JUGA: Kronologi Kecelakaan 3 Truk yang Tewaskan Dua Orang di Jalan Jogja-Wates
"1 korban tutup usia dan saat ini masih dalam penanganan petugas Polri," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kejagung menghentikan pengumpulan data Program MBG di seluruh daerah karena masa pendataan selesai. Penyidikan baru tetap dimungkinkan bila ditemukan pelanggara
Genesis Mission membuka era baru riset berbasis AI. Simak peran Google, dampaknya bagi sains global, dan peluang implementasinya di Indonesia.
Pemerintah Indonesia melobi AS agar minyak sawit dikecualikan dari tarif tambahan 10 persen. Airlangga menyebut proses di USTR masih berlangsung.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka bentrokan Pegangsaan. Warga dan keluarga korban sepakat menjaga kondusivitas serta mendukung proses hukum.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 28 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Cek 12 jadwal perjalanan dan tarif tetap Rp8.000.
Kemkomdigi meminta publik melihat utuh pernyataan Presiden Prabowo soal "londo ireng" dan menegaskan tidak ditujukan kepada profesi atau kelompok tertentu.