PDI Perjuangan DIY Luncurkan BAIS Yogyakarta untuk Soekarno Cup
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Ilustrasi apoteker./Freepik
TUAL—Dunia kesehatan kini terus berkembang. Generasi muda pun memiliki peran penting sebagai penggerak inovasi dan perubahan. Lantaran sangat memahami betapa vitalnya peran ini, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Pengurus Cabang Tual (pafipctual.org) secara aktif berupaya menarik minat pemuda dalam dunia farmasi dan kesehatan.
Sejumlah upaya dilakukan PAFI Tual untuk bisa memengaruhi arah minat generasi muda. Di antaranya adalah melalui pelatihan, kompetisi, dan inisiatif berkelanjutan.
PAFI Pengurus Cabang Tual (pafipctual.org) tidak hanya mengandalkan pendekatan konvensional dalam mengedukasi generasi muda.
Mereka menghadirkan berbagai program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan minat kamu sebagai bagian dari Gen Z. Pelatihan ini mencakup penggunaan teknologi dalam farmasi, pengetahuan tentang obat-obatan herbal lokal, hingga keterampilan dalam manajemen apotek.
Pelatihan tersebut sering kali melibatkan simulasi praktik langsung dan pembelajaran berbasis proyek. Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga bagaimana menerapkannya dalam konteks nyata.
Hal ini membantu memahami bagaimana farmasi bisa memecahkan masalah kesehatan di komunitas, terutama di daerah seperti Tual yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
Salah satu cara paling menarik yang digunakan PAFI Tual adalah lewat kompetisi farmasi. Dalam kompetisi ini, generasi muda diberi ruang untuk berkreasi dan berinovasi, mengembangkan solusi kesehatan yang unik.
Tidak jarang, kompetisi ini diadakan dalam format hackathon atau lomba ide bisnis di bidang farmasi dan kesehatan.
Peserta didorong untuk menggabungkan pengetahuan ilmiah dengan kreativitas untuk menciptakan ide-ide yang bisa diimplementasikan.
Misalnya, salah satu kompetisi yang populer adalah inovasi dalam pembuatan obat herbal berbasis tanaman lokal.
Kompetisi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang kekayaan alam lokal, tetapi juga mendorong kamu untuk mengembangkan produk-produk yang ramah lingkungan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selain pelatihan dan kompetisi, PAFI Tual juga menawarkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proyek komunitas.
Proyek-proyek ini biasanya berfokus pada peningkatan akses kesehatan di daerah pesisir, di mana layanan kesehatan sering kali sulit dijangkau.
Peserta akan diajak bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain, serta masyarakat setempat, untuk membantu menyediakan layanan farmasi yang terjangkau dan mudah diakses.
Dengan mengikuti proyek komunitas ini, peserta bisa melihat langsung pengaplikasian teori farmasi dalam kehidupan nyata.
Adapun, di era digital seperti sekarang, PAFI Tual juga tidak melupakan pentingnya teknologi dalam dunia farmasi.
Mereka memfasilitasi berbagai pelatihan yang mengajarkan cara menggunakan teknologi untuk meningkatkan layanan kesehatan, seperti aplikasi manajemen apotek, telefarmasi, hingga platform edukasi digital untuk pasien.
Melalui hal ini, bisa diketahui betapa teknologi dapat menyederhanakan proses distribusi obat, meningkatkan kualitas layanan, dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang berkualitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPD PDI Perjuangan DIY meluncurkan BAIS Yogyakarta untuk berlaga di Soekarno Cup 2026 dengan target meraih gelar juara.
Dewas KPK mengkaji dugaan pelanggaran etik Staf Administrasi KPK Setya Budi Dias dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.
Qatar akan mengirim delegasi seni ke Jogja pada Desember 2026 untuk memperingati 50 tahun hubungan Indonesia-Qatar sekaligus membahas kerja sama budaya
BPS mencatat kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,45 juta hingga Juni 2026, menjadi capaian tertinggi sejak 2020.
Komdigi akan memanggil YouTube setelah menemukan konten promosi vape yang melibatkan anak di bawah umur dan diduga melanggar aturan
PSS Sleman menggelar Launching Team, Jersey Reveal, dan laga uji coba melawan Kendal Tornado FC di Stadion Maguwoharjo pada 8 Agustus 2026