Ada Deputi Modifikasi Cuaca, DPR Dorong Peningkatan Anggaran BMKG

Newswire
Newswire Selasa, 10 September 2024 08:47 WIB
Ada Deputi Modifikasi Cuaca, DPR Dorong Peningkatan Anggaran BMKG

Ilustrasi-Personel TNI AU Lanud Sultan Syarif Kasim II dan pesawat Casa 212 registrasi A-2116 dari Skuadron Udara 4 Malang mempersiapkan bahan NaCl untuk operasi modifikasi cuaca di Pekambaru, Riau, Jumat (14/6/2024) (ANTARA/HO-BMKG)

Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi V DPR RI mendukung peningkatan anggaran Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menguatkan pencegahan dan penanganan bencana di Tanah Air.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, menyampaikan dukungan itu diikuti dengan upaya pihaknya untuk meminta kepada Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ataupun pemerintah agar dapat menindaklanjuti penambahan anggaran di Basarnas dan BMKG.

“Kekurangan seperti apa nanti kita surati ke Badan Anggaran sebagai perantara kami untuk bicara dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, Bappenas, dan seterusnya,” ujar Lasarus.

Lebih lanjut, dia menjelaskan baik Basarnas maupun BMKG pada setiap tahun terus mengalami kekurangan anggaran. Namun pada tahun ini, menurut dia, kekurangan yang terjadi cukup besar karena dibentuk deputi yang baru, tetapi tidak diimbangi dengan penambahan anggaran.

"Saya lihat, seperti yang mereka sampaikan, terutama BMKG itu ada organisasi baru, namanya Deputi Modifikasi Cuaca. Jadi, ini deputi baru, tidak dibarengi dengan anggaran. Anggarannya tetap, tapi deputinya nambah. Tentu nanti kami akan buat di kesimpulan rapat, demikian juga Basarnas," ucapnya.

BACA JUGA: Prakiraan Cuaca di DIY Selasa 10 September 2024: Hujan Guyur Jogja dan Sekitarnya Siang hingga Malam

Lalu terkait dengan Basarnas, Lasarus mengungkapkan bahwa penambahan anggaran dibutuhkan di antaranya untuk perawatan sarana prasarana kebencanaan. Menurut dia, ada peralatan yang perlu dirawat secara berkala sehingga dapat digunakan dengan baik ketika operasi.

Peralatan SAR atau pencarian dan pertolongan yang mumpuni dinilai bernilai penting dam mencegah jatuhnya korban jiwa yang lebih banyak dalam suatu bencana.

“Hal-hal seperti ini harus kita minta atensi dari pemerintah. Nanti, akan kami sampaikan di surat resmi Komisi V ke Badan Anggaran. Selanjutnya, kita serahkan sepenuhnya Badan Anggaran bersama pemerintah untuk memutuskan," ucap dia.

Sebelumnya, Basarnas telah menargetkan seluruh peralatan baru yang diperlukan akan terpenuhi di tahun 2024.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Ujang Hasanudin
Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online