Presiden Jokowi: Produktivitas Kopi per Hektare Harus Naik

Newswire
Newswire Jum'at, 12 Juli 2024 16:47 WIB
Presiden Jokowi: Produktivitas Kopi per Hektare Harus Naik

Presiden Jokowi di dampingi oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tengah melakukan panen kopi bersama petani kopi di Desa Kembahang Kabupaten Lampung Barat. Lampung Barat, Jumat (12/7/2024). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Harianjogja.com, LAMPUNG BARAT—Presiden Joko Widodo meminta produktivitas lahan kopi terus meningkat per hektarenya.

"Pagi ini saya memanen kopi bersama petani kopi di Kabupaten Lampung Barat Provinsi Lampung, dan kita memiliki 1,2 juta hektare lahan kopi baik itu robusta ataupun arabika di seluruh Indonesia," ujar Jokowi saat berkunjung ke lahan kopi di Desa Kembahang, Batu Brak, Lampung Barat, Jumat (12/7/2024).

Ia pun meminta agar lahan kopi di Indonesia bisa meningkatkan kembali produktivitas per hektarenya.

"Ini yang saya sampaikan ke Menteri Pertanian tadi, agar memberi perhatian kepada kopi. Yang penting adalah produktivitas per hektare harus naik, saat ini produktivitas banyak yang satu hektare hanya 1-2 ton, ini harus bisa masuk ke 8-9 ton sebab negara lain bisa di angka itu," katanya.

Baca Juga: Lahan Perkebunan Kopi Terbatas, DIY Masih Berpotensi Jadi Coffee Hub

Ia menjelaskan di Kabupaten Lampung Barat menjadi salah satu daerah dengan lahan kopi terbesar dengan luasan lahan mencapai 60.000 hektare, yang terdiri dari 90% merupakan jenis kopi robusta serta 10%a kopi arabika dan diharapkan juga mampu untuk meningkatkan produktivitas lahan.

"Ini memang menjadi tugas kita bersama untuk membuat produktivitas lahan kopi per hektarenya menjadi naik drastis, dan ini bisa terjadi kalau ada sejumlah hal yang diperhatikan," ucap dia.

Baca Juga: Harganya Terus Naik, Kopi Menoreh Jadi Untungkan Petani

Ia melanjutkan sejumlah hal perlu diperhatikan untuk meningkatkan produktivitas lahan kopi yaitu dengan menyiapkan peralatan yang baik, pupuk tersedia dengan baik. Kemudian jarak tanam antara tanaman kopi dapat lebih rapat agar produktivitas per hektare dapat meningkat serta kesejahteraan petani kopi bisa naik.

"Ini harus di tingkatkan sebab seperti yang kita tahu harga kopi sekarang terus naik, meski kadang turun. Namun setiap tahun selalu naik dan volume permintaan ekspornya pun terus meningkat," tambahnya.

Baca Juga: Sedoeloer Kopi, Menjaga Harum Temanggung Sampai di Berbagai Penjuru Indonesia

Diketahui setelah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Lampung Selatan dan Lampung Utara pada Kamis (11/7/2024) Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan pada hari ini ke Kabupaten Lampung Barat serta Tanggamus, di mana di Lampung Barat Presiden menyempatkan diri hadir melakukan panen bersama petani kopi robusta di Desa Kembahang, Kecamatan Batu Brak Kabupaten Lampung Barat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online