Boeing Akui Bersalah Atas Kecelakaan Lion Air, Kemenhub: Kami Akan Tingkatkan Pengawasan

Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika Selasa, 09 Juli 2024 19:02 WIB
Boeing Akui Bersalah Atas Kecelakaan Lion Air, Kemenhub: Kami Akan Tingkatkan Pengawasan

Lion Air - Bisnis.com

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Perhubungan (Kemenhub) angkat bicara terkait pengakuan bersalah Boeing dalam dua kecelakaan yang melibatkan pesawat 737 Max yang salah satunya dialami Lion Air.

Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mencermati secara serius pengakuan kesalahan oleh pabrikan pesawat asal AS tersebut atas peristiwa yang menimpa Lion Air JT 610 dan Ethiopia Air pada 2018 dan 2019 yang menewaskan 346 orang.

Ke depannya Kemenhub akan terus meningkatkan pengawasan terkait dengan aspek keselamatan dan keamanan pesawat-pesawat yang ada di Indonesia. "Kami akan terus meningkatkan pengawasan kelaikan pesawat udara, setelah adanya pengakuan bersalah dari Boeing. Hal ini sebagai bagian dari keamanan penerbangan bagi masyarakat," jelas Adita saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2024).

BACA JUGA : 7 Kru Lion Air JT-797 Dipastikan Negatif Narkoba

Kemenhub mendorong Boeing untuk secepatnya mengembalikan kepercayaan publik, mengingat Boeing telah menghadapi krisis kepercayaan terkait catatan keselamatannya. Sebelumnya, Boeing telah mengaku bersalah dalam tuduhan konspirasi penipuan kriminal dan membayar denda sebesar US$243,6 juta untuk menyelesaikan penyelidikan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) terhadap dua kecelakan fatal Boeing 737 MAX.

Hal ini diungkapkan oleh pemerintah dalam pengajuan pengadilan pada Minggu waktu setempat (7/7/2024). Kesepakatan pembelaan, yang memerlukan persetujuan hakim, akan membuat Boeing menjadi penjahat terpidana. Pengakuan bersalah ini berpotensi mengancam kemampuan perusahaan untuk mendapatkan kontrak pemerintah yang menguntungkan dengan Departemen Pertahanan AS dan NASA, meskipun perusahaan dapat mencari pengecualian.

BACA JUGA : OPINI: Tragedi Lion Air & Hak Penumpang

Juru bicara Boeing mengonfirmasi telah mencapai kesepakatan prinsip mengenai ketentuan penyelesaian dengan Departemen Kehakiman AS. Sebagai bagian dari kesepakatan, Boeing setuju untuk menghabiskan setidaknya US$455 juta selama tiga tahun ke depan untuk meningkatkan program keamanan dan kepatuhan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online