Hujan dalam Waktu yang Lama, Banjir Lahar Dingin dari Gunung Marapi Mengintai

Newswire
Newswire Selasa, 09 April 2024 17:17 WIB
Hujan dalam Waktu yang Lama, Banjir Lahar Dingin dari Gunung Marapi Mengintai

Penampakan lontaran batu api Gunung Marapi dari hasil dokumentasi sukarelawan Siaga Marapi Sumatra Barat. Gunung berstatus Siaga itu terus erupsi yang kali ini terlihat jelas adanya batu api yang keluar dari puncak, Sabtu (13/1/2024). Antara/ist-BPBD Agam.

Harianjogja.com, BUKITTINGGI—Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menjelaskan hujan dalam waktu yang lama mengakibatkan banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar).

"Terjadinya lahar dingin ini kan dalam waktu yang lama yakni apabila terjadi hujan di area puncak maupun lereng Gunung Api," kata Ketua Tim Tanggap Darurat Letusan Gunung Marapi PVMBG Ugan Saing di Bukittinggi, Selasa (9/4/2024).

Meskipun erupsi atau letusan gunung api berhenti sementara, kata dia, endapan material vulkanik seperti abu, pasir, dan bebatuan, masih terdapat di puncak maupun lereng gunung. Endapan material vulkanik tersebut merupakan hasil erupsi Gunung Marapi sejak letusan utama yang terjadi pada 3 Desember 2023. Pada medio Januari 2024 PVMBG memperkirakan terdapat 500.000 meter kubik material vulkanik yang menumpuk di sekitar kawah gunung api itu. Sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas yang cukup tinggi, lanjutnya, maka endapan material vulkanik tadi dapat meluas ke sungai-sungai, terutama yang berhulu dari Gunung Marapi.

"Setiap Gunung Marapi erupsi maka akan menghasilkan abu, pasir, lapili, dan bebatuan. Semuanya terakumulasi di puncak dan lereng sehingga bisa menjadi ancaman lahar dingin," ucap Ugan.

Baca Juga

Ratusan Warga Terdampak Banjir Lahar Hujan Gunung Marapi

Curah Hujan di Puncak Gunung Semeru Tinggi, Getaran Banjir Lahar Hujan Lebih Dari 3 Jam

Banjir Lahar Hujan dari Gunung Lewotobi Berpotensi Terjadi di Dua Desa Ini

Hal tersebut seperti yang terjadi pada Jumat (5/4/2024) 2024 dimana banjir lahar dingin menghantam sejumlah wilayah di Kabupaten Agam dan Kota Padang Panjang.

"Jadi ini yang perlu diwaspadai sewaktu-waktu masih berpotensi menjadi aliran lahar apabila terjadi hujan di area puncak maupun lereng Marapi," kata Ugan mengingatkan.

Terpisah, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah-daerah yang berpotensi terdampak bencana lahar dingin untuk terus siap siaga.

Misalnya terus memantau potensi hujan, bergotong royong membersihkan saluran air bebas dari sampah, hingga bersiap mengevakuasi diri secara mandiri apabila terjadi kemungkinan terburuk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online