Iran Ajukan 3 Syarat Pembukaan Selat Hormuz ke AS
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Presiden terpilih Yoon Suk-yeol berbicara selama konferensi pers di Perpustakaan Majelis Nasional di Seoul, Korea Selatan, Kamis (10/3/2022). ANTARA/Xinhua/James Lee/am.\r\n\r\n
Harianjogja.com, SEOUL—Lembaga survei asal Amerika Serikat (AS), Gallup menyatakan tingkat penerimaan terhadap Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol turun menjadi 36%. Pasalnya publik khawatir aksi dokter yang mogok dapat terjadi berlarut-larut.
Menurut survei Gallup yang dilakukan sejak 12-14 Maret 2024 terhadap Yoon, diketahui penilaian positif turun tiga poin persentase, sedangkan penilaian negatif naik tiga poin persentase menjadi 57%. Lembaga jajak pendapat tersebut mengaitkan penurunan tingkat penerimaan Yoon dengan perubahan sentimen publik terhadap rencana pemerintah menambah 2.000 kuota pendaftaran sekolah kedokteran di negara tersebut di tengah kekhawatiran bahwa pemogokan dokter yang berkepanjangan dapat merugikan sistem medis negara tersebut.
Meski dukungan terhadap partai yang mengusung Yoon yakni Partai Kekuatan Rakyat (PPP) tetap berada pada angka 37%, dukungan terhadap partai oposisi utama yakni Partai Demokrat (DP) naik 1% menjadi 32%.
Baca Juga
Pemerintah Korsel Menangguhkan Izin Medis Dokter yang Mogok Kerja
Kemenkes Korsel Laporkan Lima Dokter yang Mogok Kerja ke Polisi
Militer Korsel Bakal Sediakan UGD Jika Dokter Sipil Mogok Massal
Peringkat penerimaan DP akhir-akhir ini berfluktuasi karena meningkatnya dukungan terhadap Partai Inovasi Korea, sebuah partai baru yang dibentuk oleh mantan Menteri Kehakiman Cho Kuk bulan lalu. Partai baru tersebut memimpin jajak pendapat di antara partai-partai kecil dengan dukungan tujuh persen.
“DP dan Partai Inovasi Korea memiliki basis dukungan inti yang sama di antara demografi usia 40-an hingga 50-an dengan satu dari tiga pendukung DP memilih partai Cho sebagai pilihan mereka untuk mendapatkan suara perwakilan proporsional,” kata lembaga jajak pendapat tersebut.
Lebih lanjut dalam hal prospek pemilu, sebanyak 49% responden memperkirakan DP akan meraih mayoritas di parlemen pada pemilu bulan depan. Sementara 40% menyatakan akan mendukung PPP. Di antara pemilih kelas menengah, sebanyak 46% mengatakan mereka memperkirakan DP akan meraih mayoritas.
Mengenai rencana pemerintah untuk menambah lebih banyak kursi di sekolah kedokteran, 47% mengatakan pemerintah harus melanjutkan rencana awalnya. Lalu 41% mengatakan pemerintah harus berkompromi. Hanya enam persen yang mengatakan pemerintah harus mempertahankan status quo terkait jumlah kursi sekolah kedokteran.
Adapun jajak pendapat tersebut dilakukan Gallup terhadap 1.002 orang responden dengan tingkat kepercayaan 95% dan margin kesalahan plus minus 3,1 poin persentase.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Residivis WAG alias Gus W menipu warga Boyolali Rp105,3 juta dengan modus ritual spiritual. Uang hasil kejahatan dipakai untuk judi online.
DPRD Kabupaten Magelang terus memperkuat pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
DPRD Jogja mendorong tiang PJU dimanfaatkan untuk fiber optik dan smart pole guna menata kabel serta meningkatkan PAD.
Menkeu Purbaya menegaskan tak ada pajak baru khusus rumah kontrakan. Penghasilan sewa properti tetap menjadi objek PPh sesuai aturan.
Daftar harga HP ZTE terbaru 2026 mulai Rp999.000, dari Blade A35, Blade A72 hingga Nubia V60 lengkap dengan spesifikasinya