Pabrik Kaltim Amonium Nitrat Diresmikan, Jokowi: Genjot Produktivitas Pertanian

Afiffah Rahmah Nurdifa
Afiffah Rahmah Nurdifa Kamis, 29 Februari 2024 12:57 WIB
Pabrik Kaltim Amonium Nitrat Diresmikan, Jokowi: Genjot Produktivitas Pertanian

Presiden Jokowi meresmikan pabrik amonium nitrat joint venture PT Pupuk Kaltim dan PT Dahana, PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN) di Kawasan Industrial Estate (KIE), Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (29/2/2024) - BISNIS/Afifah Rahmah Nurdifa.

Harianjogja.com, BONTANG—Produktivitas pertanian diklaim dapat meningkat dengan kehadiran pabrik amonium nitrat milik BUMN PT Kaltim Amonium Nitrat (KAN).

Pabrik yang baru diresmikan hari ini, Kamis (29/2/2024) tersebut salah satunya akan menunjang kebutuhan pupuk NPK berbasis nitrat untuk mendukung pertanian nasional.

"Kalau pupuk kita semakin meningkat produktivitasnya tentu saja yang kita salurkan kepada petani kita akan semakin pasti berapa ton yang akan dikirim ke petani kemudian kepastian mengenai timing kapan petani menggunakan pupuk," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sela kegiatan.

BACA JUGA: Pabrik Bahan Peledak Kaltim Amonium Nitrat Rp1,2 Triliun Diresmikan Jokowi

Kapasitas produksi pabrik amonium nitrat ini mencapai 75.000 ton per tahun dan 60.000 untuk asam nitrat. Adapun, investasi yang digelontorkan perusahaaan patungan PT Pupuk Kaltim dan PT Dahana itu sebesar Rp1,2 triliun.

Selama ini, total kebutuhan amonium nitrat nasional sebanyak 580.000 ton, sedangkan produksi nasional baru sekitar 300.000 ton atau 79% dari total produksi. Artinya masih ada 21% bahan amonium nitrat diimpor.

"Ini akan mendorong kemandirian produksi pupuk jadi tidak banyak bahan baku yang impor dari luar sehingga kalau negara yang dimana kita impor ada problem, disini tidak menjadi masalah," tuturnya. Kehadiran pabrik KAN ini akan mengurangi 8% dari 21% impor amonium nitrat.

BACA JUGA: Pemkab Bantul Rencanakan Gelar Pasar Murah di Tiga Lokasi Berbeda saat Ramadan 2024

Jokowi juga mendorong pengurangan impor sisanya sebesar 13% bisa sehingga bahan baku untuk NPK bisa didapatkan dalam negeri. Dengan demikian, petani tidak lagi kekurangan pupuk dan musim tanam tidak mundur karena pupuk, produktivitas pertanian pu tidak turun karena kelangkaan pupuk.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menambah volume subsidi pupuk dari tahun lalu sebesar 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton. "Sehingga kepastian pupuk untuk petani itu betul-betul ada dan di subsidi, kemarin sudah kita bicarakan di rapat paripurna dan kita sepakat bahwa itu akan dilakukan tahun ini," pungkasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online