Sidang Perdana Yaqut dalam Kasus Kuota Haji Digelar 11 Agustus 2026
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Mendikbud Nadiem Makarim. /Antarafoto
Harianjogja.com, JAKARTA—Dana Bantuan Operasional Sekolah Pendidikan (BOSP) 2024 dipastikan akan tersalurkan kepada 96 persen satuan pendidikan pada Januari ini. Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim
“Penyaluran BOSP 2024 mencatat sejarah penting dalam pendidikan kita. Proses penyaluran sebelumnya masih bervariasi dan paling cepat tersalurkan pada Februari. Untuk 2024 ini sebanyak 96 persen satuan pendidikan akan menerima BOSP pada Januari,” katanya dalam Peluncuran Penyaluran Dana BOSP 2024 di Jakarta, Rabu (!7/1/2024)
Nadiem menuturkan penyaluran BOSP 2024 kepada 96 persen satuan pendidikan yang dapat direalisasikan pada Januari ini merupakan capaian sangat bersejarah bagi dunia pendidikan di Indonesia.
Hal itu lantaran pada tahun-tahun sebelumnya, penyaluran dana BOSP tahap pertama paling cepat disalurkan kepada satuan pendidikan pada Februari.
Percepatan ini merupakan dampak dari terobosan aspek pendanaan satuan pendidikan melalui peluncuran kebijakan perubahan mekanisme BOS tahun pertama Merdeka Belajar sebagai episode ketiga.
Selain itu, percepatan penyaluran BOSP juga dampak dari perilisan Episode ke-16 Merdeka Belajar pada 2022 terkait akselerasi dan peningkatan pendanaan PAUD serta pendidikan kesetaraan.
BACA JUGA: Kemendikbudristek Klaim Dana BOS Pendidikan Meningkat
Ia menjelaskan penyaluran BOSP yang cepat dan merata ini sudah diatur dalam Permendikbudristek Nomor 63 Tahun 2022.
“Dua terobosan itu menjawab kebutuhan sekolah untuk menerima dana BOSP dengan lebih cepat sehingga dapat memanfaatkannya secara lebih fleksibel,” ujarnya.
Tidak hanya itu, capaian tersebut sekaligus dampak nyata dari pemanfaatan teknologi yang tepat guna karena semakin cepat penyaluran BOSP berbanding lurus dengan meningkatnya penggunaan dua platform penting.
Platform ini adalah Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS) serta aplikasi Sistem Informasi Pengadaan di Sekolah (SIPLah).
Nadiem mengatakan platform ARKAS dan SIPLah telah mampu membantu sekolah dan pemerintah daerah dalam merencanakan, mengelola dan membelanjakan kebutuhan operasional sekolah secara transparan dan akuntabel.
“Transformasi pada mekanisme penyaluran dana ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan pembelajaran. Kemendikbudristek terus berupaya meningkatkan performa penyaluran dana BOSP dari tahun ke tahun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas akan menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi kuota haji pada 11 Agustus 2026 di PN Jakarta Pusat.
Timnas Vietnam mendapat bonus Rp686 juta dari VFF usai menang 3-0 atas Indonesia dan semakin dekat ke semifinal Piala AFF 2026.
Aura Kasih mengaku sudah memiliki kekasih dan membantah rumor terkait Ridwan Kamil. Sang pasangan disebut dekat dengan Arabella.
Melvyn Lorenzen menilai PSS Sleman memiliki tim kompetitif dan staf pelatih berkualitas setelah resmi bergabung dengan Super Elja.
Simak 4 tips membeli mobil bekas lewat lelang, mulai dari menentukan anggaran hingga menyiapkan kendaraan cadangan.
Googlebook Lenovo mulai terungkap ke publik. Laptop baru Google ini menggabungkan Android, Gemini AI, dan ChromeOS.