Kementan Targetkan Tambahan 600.000 Sapi Perah hingga 2029
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Bonus demografi. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) bakal mengandalkan posyandu remaja untuk menghadapi bonus demografi.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan posyandu remaja kunci keberhasilan membangun masyarakat yang lebih produktif.
"Saya sepakat untuk membangun posyandu remaja dan memang jumlah remaja kita cukup besar, di mana usia produktif mencapai kira-kira 70 persen dan yang tidak produktif kira-kira 30 persen, sehingga kita katakan ini sebagai bonus demografi," katanya, Senin (15/1/2024).
Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat menjadi pembicara pada Tanwir I Nasyiatul Aisyiyah secara daring, Minggu (14/1/2024).
BACA JUGA: Gedung Teras Malioboro 2 Dibangun di 2024, Gunakan Lahan 6.000 Meter Persegi
Menurut dia, materi-materi yang dapat disosialisasikan tentang perencanaan keluarga sebagai penting bagi remaja agar dapat menciptakan generasi yang berkualitas pada masa mendatang.
"Kalau remaja putus sekolah, kawin usia muda, kemudian hamil dengan jarak dekat, tidak bekerja dan seterusnya, maka akan menjadi missed-demographic dividend. Artinya, penduduk yang besar ini akan menjadi musibah, bukan berkah. Kuncinya ternyata ada pada remaja," ujar dia.
Ia mengemukakan ada banyak persiapan yang mesti dilakukan sejak remaja. Untuk itu, ia menilai pentingnya keberadaan posyandu remaja untuk bisa menyampaikan 10 dimensi kesiapan berkeluarga.
Dimensi kesiapan berkeluarga tersebut, yakni kesiapan usia, finansial, fisik, mental, emosi, sosial, moral, interpersonal, keterampilan hidup, dan intelektual.
Hasto juga mengemukakan isu stunting harus lebih banyak disosialisasikan kepada posyandu remaja, utamanya tentang penyebab stunting.
"Asupan gizi yang kurang bagus, tidak imunisasi sehingga suka sakit-sakitan atau pola asuh yang kurang bagus itu termasuk dampak stunting, nanti akan berpengaruh pada kecerdasan dan sakit-sakitan di hari tua," katanya.
Remaja juga mesti memahami bahwa sebelum berkeluarga, ada fungsi yang harus dijalankan dalam keluarga, salah satunya fungsi agama di mana remaja laki-laki perlu menjadi khalifah atau pemimpin di dalam keluarga, sehingga remaja laki-laki harus memiliki nilai lebih dari segi ilmu, usia, kedewasaan dan finansial.
"Jadi, kesiapan-kesiapan bahwa menghayati pernikahan adalah separuh dalam menjalankan agama, saya kira itu penting sekali disampaikan pada posyandu remaja," ucap Hasto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Nelayan Gunungkidul mendapat pelatihan SKN, pembekalan BPJS Ketenagakerjaan, serta pemberdayaan ekonomi bagi istri nelayan.
SPLP Komdigi telah memproses 19,8 juta transaksi Perlinsos Digital yang mencakup 5,4 juta KK hingga 28 September 2026.
Korban pengeroyokan Kebon Bawang, EY (28), sempat diculik dan dianiaya di dua lokasi sebelum meninggal setelah tiga hari dirawat.
Budidaya louhan masih punya potensi ekonomi. Harga ikan berkualitas bisa mencapai Rp25 juta-Rp30 juta, tergantung kualitas dan hasil kontes.
Prabowo membahas tiga bantuan Kuartal IV 2026, mulai beras 10 kg, pembukaan rekening hingga subsidi upah Rp300.000 per bulan.