Gelombang Panas Jerman Capai 41,3 Derajat, Rekor Baru Mengancam
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Ilustrasi pemuda. Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) periode 2017–2022 Prof. Susanto menilai orang tua perlu mengubah pendekatan dalam mendampingi remaja menghadapi masa depan. Mulai 2026, pendampingan tidak cukup hanya mengarahkan anak memilih cita-cita, tetapi juga menyiapkan kapasitas diri seiring perubahan dunia kerja yang semakin cepat dan tidak menentu.
“Tahun 2026 semakin dinamis sekaligus penuh tantangan, bahkan ketidakpastian. Dunia terus berubah, banyak pekerjaan yang hilang dan pada saat yang sama muncul pekerjaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan,” ujar Guru Besar Universitas Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta itu di Jakarta, Jumat (2/1/2026).
Menurut Susanto, bagi anak yang telah memasuki usia 15 tahun, fase remaja bukan lagi sekadar masa pencarian jati diri. Periode ini justru menjadi fondasi penting dalam pembentukan karier jangka panjang, terutama di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan, ekonomi kreatif, dan kolaborasi global.
Ia menekankan bahwa orientasi karier masa depan tidak lagi bertumpu pada jabatan semata, melainkan pada nilai dan kontribusi yang diberikan. Karena itu, remaja perlu dibiasakan menggali pertanyaan reflektif tentang diri mereka.
“Remaja perlu dilatih bertanya, isu apa yang membuat saya peduli, masalah apa yang ingin saya bantu selesaikan, dan dalam peran seperti apa saya ingin bermanfaat,” katanya.
Pendekatan tersebut, lanjut Susanto, akan membuat pilihan pendidikan dan karier menjadi lebih bermakna, berkelanjutan, sekaligus relevan dengan kebutuhan masa depan.
Ia juga mengingatkan bahwa ijazah tanpa keterampilan kini tidak lagi cukup. Anak usia remaja perlu mulai mengasah kemampuan belajar cepat, berpikir sistematis dan analitis, berkomunikasi lintas media—baik lisan, tulisan, maupun digital—serta memiliki literasi teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dasar.
Selain itu, kemampuan kolaborasi dan kepemimpinan diri juga menjadi aspek penting yang perlu ditumbuhkan sejak dini.
Susanto mendorong agar sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga berfungsi sebagai laboratorium karier dan ruang eksperimen bagi siswa. Di ruang tersebut, remaja dapat melatih kepemimpinan, keberanian mencoba, dan kemampuan memecahkan masalah.
Ia juga menyarankan remaja beralih dari posisi sebagai pengguna pasif menjadi pencipta aktif. Bentuknya bisa beragam, mulai dari menulis opini, membuat video edukatif, merancang desain sederhana, membangun portofolio digital sesuai minat, hingga mengikuti kelas daring yang terarah dan tidak sekadar mengikuti tren.
“Karier unggul dibangun dari kesadaran diri. Remaja perlu dibiasakan mengevaluasi apa yang berhasil dan tidak, mengenali kekuatan serta area pengembangan, menyusun tujuan jangka pendek yang realistis, dan melakukan refleksi rutin agar tidak salah arah di masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Susanto meminta peran aktif orang tua dan guru dalam mendampingi anak. Menurutnya, pendampingan terbaik bukan dengan mengarahkan secara kaku, melainkan dengan mengajukan pertanyaan yang memantik pemikiran, memberi ruang untuk mencoba dan gagal, serta menjadi teladan dalam sikap belajar sepanjang hayat.
“Kolaborasi orang tua dan guru akan melahirkan remaja yang mandiri dan percaya diri. Karier cemerlang tidak dibangun secara instan, tetapi tumbuh dari kebiasaan belajar, keberanian mencoba, dan kemampuan beradaptasi yang dimulai sejak dini,” kata Susanto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gelombang panas Jerman memicu suhu hingga 41,3 derajat Celsius. Otoritas memperingatkan risiko kesehatan dan gangguan transportasi.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.