AS dan Iran Bersiap Berunding, Trump Klaim Serangan Besar Dibatalkan
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman menyebutkan menjelang libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 sejumlah destinasi wisata di lereng Gunung Merapi masih aman dikunjungi.
"Saat ini status Gunung Merapi masih pada status Siaga dan intensitas guguran lava masih sering terjadi. Namun jarak luncuran masih dalam radius aman sehingga destinasi wisata di lereng Merapi juga masih aman dikunjungi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman Makwan di Sleman, Kamis (21/12/2023)
Kendati demikian BPBD Sleman tetap mengimbau pelaku dan pengelola wisata di lereng Merapi selalu memantau perkembangan cuaca serta tidak melanggar jarak aman yang telah direkomendasikan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).
"Yang justru menarik adalah aktivitas Gunung Merapi saat ini bisa menjadi momentum yang baik sebagai wisata edukasi bagi anak sekolah. Status Siaga Gunung Merapi menjadi hal yang menarik sebagai sarana belajar," katanya.
Menurut dia, siswa dapat belajar dengan melihat secara langsung kejadian saat gunung mengalami erupsi serta dampak yang ditimbulkan.
"Dengan jarak aman, siswa dapat belajar dan mengetahui langsung proses erupsi gunung berapi. Abu vulkanik tidak hanya berdampak negatif, tetapi juga bermanfaat menyuburkan tanah. Itu dampak positifnya bagi siswa sekolah," katanya.
Ia mengatakan jajaran BPBD Sleman kerja sama dengan relawan akan memantau terus perkembangan aktifitas erupsi Gunung Merapi, sehingga wisatawan akan merasa tenang dan nyaman saat berwisata di lereng Merapi.
"Saat ini masyarakat juga dapat mengunduh aplikasi Simantap BPBD Sleman untuk mendapatkan informasi terkini perkembangan situasi sekitar lereng Gunung Merapi," katanya.
BACA JUGA: 4 Wisata Cantik Dekat Merapi, Tujuan Ngadem Kalau Sedang Tidak Erupsi
Makwan juga meminta agar pengelola wisata menyediakan masker untuk mengantisipasi apabila terjadi hujan abu akibat erupsi Gunung Merapi.
"Diprediksi akhir Desember hingga Januari, angin bertiup ke arah tenggara, sehingga kemungkinan wilayah Klaten dan Sleman akan terdampak abu vulkanis," katanya.
Ia mengatakan awan panas guguran dominan menuju barat daya dan selatan, sedangkan abu vulkanik ke tenggara dan selatan.
"Dampak awan panas dihindari dengan menjaga jarak aman enam kilometer, sedangkan abu vulkanis diantisipasi dengan memakai masker," katanya.
Sedangkan bagi pengelola Jip Lava Tour, ia mengimbau agar terus memantau perkembangan curah hujan yang terjadi di sekitar lereng Gunung Merapi.
"Jika turun hujan deras di hulu sungai dan dapat menyebabkan banjir, jalur ke arah sungai berhulu Gunung Merapi agar dihindari," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Donald Trump menyebut perundingan AS dan Iran dimulai Senin. Pembahasan mencakup Selat Hormuz dan program nuklir Teheran.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.
Sebanyak 156 karyawan HS Surya Group berangkat umrah gratis. Kisah pekerja muda hingga pesan haru CEO menjadi sorotan.