Guyon Waton Guncang Sukoharjo, Konser Gratis!
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Sholahudin Aly./Istimewa-Solopos
Harianjogja.com, SOLO—Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Tengah mendukung pernyataan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas yang meminta masyarakat melihat rekam jejak bakal Capres-Cawapres dalam menentukan pemimpin Indonesia.
GP Ansor Jateng juga sepakat dengan imbauan Menag Yaqut agar masyarakat tidak memilih pemimpin yang menggunakan agama sebagai kepentingan politik. Hal itu disampaikan Ketua GP Ansor Jateng, Sholahudin Aly, Rabu (4/10/2023).
“Potensi-potensi politik identitas ada. Makanya upaya Menteri Agama, misalnya mengoordinasikan masjid, itu juga penting agar tempat ibadah tidak boleh digunakan untuk kampanye itu kan bagian dari ikhtiar untuk mewujudkan hal itu,” tutur dia.
Gus Sholah, panggilan akrabnya, menyatakan apa yang disampaikan Menag Yaqut sudah tepat. Sudah selayaknya seluruh anak bangsa bersama-sama berkomitmen mewujudkan Pemilu 2024 yang damai dan sejuk, jauh dari pendekatan pecah belah.
“Sehingga Pemilu yang sejuk dan damai bisa terwujud. Tidak perlu ada yang baper sebenarnya. Karena itu kan sesuatu yang baik, sehingga tidak perlu ada yang baper. Justru sebenarnya ini kan semacam warning atau peringatan ya,” kata dia.
BACA JUGA: Keukeuh, Menag Tak Akan Cabut Pernyataan soal Pemimpin
Gus Sholah mendorong agar kontestasi Pemilu 2024 dilakukan secara sehat dengan adu rekam jejak dan program kerja. Pemilu 2024 harus dimaknai sebagai momentum pesta demokrasi lima tahunan yang jangan sampai mengorbankan hal-hal prinsipil.
“Kita semua punya tanggung jawab menjaga agar Pemilu 2024 berjalan dengan damai dan sejuk. Kita harus menyadari bahwa pemilu ini adalah pesta demokrasi lima tahunan. Artinya hal-hal yang prinsipil itu jangan sampai dikorbankan,” seru dia.
Laki-laki yang juga Koordinator Gerakan Keluarga Maslahat NU Jateng tersebut mengingatkan bangsa Indonesia dibangun di atas kemajemukan suku, ras, dan agama. Sehingga imbauan Menag agar Pemilu berjalan sejuk dan segar sudah tepat.
“Iimbauan Menag itu sudah tepat, dan harus didukung. Jangan mengedepankan, menggunakan politik identitas. Karena politik identitas itu akan menyebut atas nama aku, aku, aku, yang akan merusak persatuan dan kesatuan bangsa,” urai dia.
Gus Sholah juga mengingatkan bahaya politisasi agama untuk kepentingan Pemilu 2024. Bila hal itu sampai terjadi menurut dia akan sangat berbahaya. “Bangsa ini harus bergerak lebih maju, memilih pemimpin melihat rekam jejak seperti apa,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos.com
Guyon Waton akan tampil gratis di konser Sukoharjo Spektakuler 18 Juli 2026. Diprediksi ribuan penonton hadir.
Volkswagen rencana PHK 100.000 pekerja dan tutup 4 pabrik di Jerman. Serikat pekerja protes. Tekanan tarif AS, margin EV tipis, dan persaingan China paksa restr
Jorge Martin dan Ai Ogura resmi pindah ke Yamaha mulai MotoGP 2027. Martin: "Keputusan terbaik untuk masa depan." Ogura: "Hal baik untuk saya." Tinggalkan April
Norwegia pindah hotel jelang laga vs Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 karena kebisingan proyek. Haaland sebut ini pertandingan terbesar. FIFA fasilita
Uni Eropa wajibkan kamera pemantau pengemudi (DMS) di mobil baru mulai 7 Juli 2026. Sistem ADDW deteksi distraksi dan kantuk. AEB canggih juga diwajibkan.
Pakar UGM mengingatkan bahaya heat stroke di tengah suhu panas ekstrem. Kondisi ini dapat merusak fungsi organ dan otak hingga berujung kematian jika terlambat