Kuota LPG 3 Kg Dipangkas Jadi 8 Juta Ton, Kementerian ESDM Siapkan CNG
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. ESDM menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
Pelita Air menggunakan pesawat A320./ Dok. Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Tingkatkan konvektivitas udara nasional, maskapai penerbangan entitas anak PT Pertamina (Persero), PT Pelita Air Service (Pelita Air) kembali menambah armada baru berupa pesawat jenis Airbus A320 .
Direktur Utama Pelita Air Dendy Kurniawan mengatakan pesawat ini adalah yang ke delapan dari total 11 unit yang sudah dipesan untuk 2023. Dia memaparkan pesawat yang ke sembilan dan ke-10 akan tiba pada pekan ke empat Oktober, sementara unit yang ke-11 pada akhir November 2023.
Dendy memaparkan penambahan armada ini dilakukan seiring dengan amanat dari pemerintah untuk terus meningkatkan konektivitas udara nasional. Hal ini juga didukung oleh tingginya animo masyarakat terhadap Pelita Air.
“Keduanya adalah faktor utama yang mendorong Pelita Air untuk terus menambah jumlah armadanya agar bisa menambah frekuensi penerbangan dan rute-rute penerbangan yang baru,” jelas Dendy dalam keterangan resminya, Selasa (26/9/2023).
Tingginya animo masyarakat terhadap Pelita Air tercermin dari tingginya tingkat keterisian kursi (seat load factor) maskapai pada kuartal III/2023. Dia memaparkan pada periode 1 Juli-24 September, tingkat keterisian kursi Pellita Air sudah mencapai rata-rata 83 persen.
Dendy melanjutkan perusahaan akan selalu mengutamakan untuk memberikan layanan terbaik serta kenyamanan masyarakat.
“Mengusung tagline #MakinNyamanTerbang, kehadiran Pelita Air diharapkan dapat memberikan alternatif pilihan penerbangan yang nyaman, aman dan menyuguhkan pengalaman berkesan bagi para penumpangnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membeberkan skema rencana merger tiga maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA), Citilink, dan Pelita Air.
Erick mengatakan merger tersebut nantinya tidak akan melebur tiga maskapai tersebut menjadi satu entitas. Dia menjelaskan Garuda Indonesia akan tetap berdiri sebagai satu entitas, sedangkan Citilink dan Pelita Air akan dilebur.
Dia memaparkan ketiga maskapai tersebut nantinya akan tetap beroperasi sesuai dengan target pasarnya masing-masing. Secara terperinci, dia menuturkan Garuda Indonesia akan melayani segmen premium, Pelita Air melayani pasar ekonomi premium, sedangkan Citilink akan melayani pasar low cost carrier (LCC).
Erick Thohir mengatakan skema peleburan Citilink dan Pelita masih terus dibahas hingga saat ini. Penetapan bentuk penggabungan kedua entitas akan bergantung pada kajian pembukuan masing-masing perusahaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. ESDM menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
KPK menduga Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menerima imbalan kontraktor lebih dari Rp2 miliar, termasuk untuk membayar utang Pilkada.
BMKG memperingatkan potensi gelombang 2,5–4 meter, banjir rob di sejumlah pesisir, serta cuaca ekstrem lokal di Indonesia.
John Rachmat menilai pemberantasan saham gorengan dan transparansi kepemilikan menjadi kunci mencegah pasar modal RI turun ke standalone market.
Harga pangan Jakarta 17 Oktober 2026 menunjukkan cabai keriting turun menjadi Rp63.750/kg, sedangkan Minyakita naik menjadi Rp19.350/liter
Bank Jateng dan Kemenag Jawa Tengah memperkuat kerja sama layanan perbankan, penyaluran gaji pegawai, pembayaran digital QRIS, serta pengembangan ekonomi