57 Senjata Rakitan Konflik Adonara Diserahkan ke Polisi
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Pertemuan ketiga Gugus Tugas (Task Force) ASEAN+3 di Yogyakarta, Selasa (11/7), memperkuat kolaborasi kerja sama keuangan kawasan. Ist
Harianjogja.com, JAKARTA—Pertemuan ketiga Gugus Tugas (Task Force) ASEAN+3 di Jogja, untuk memperkuat kolaborasi kerja sama keuangan kawasan.
Indonesia menjadi tuan rumah pertemuan Gugus Tugas ASEAN+3, sebagai kelanjutan Co-Chairmanship Indonesia dan Jepang dalam kerja sama sektor keuangan negara-negara ASEAN+3 tahun ini.
BACA JUGA: Kementerian Prabowo Habiskan Belanja Terbesar Semester I/2023
Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari negara-negara ASEAN+3 yang meliputi negara anggota ASEAN, Tiongkok, Jepang, dan Korea.
Yogi Rahmayanti dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) selaku salah satu co-chair, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang baik antar co-chair dalam pelaksanaan pertemuan selama ini.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para co-chair tahun ini, rekan-rekan dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan Jepang, dan Bank of Japan atas kerja sama dalam mengatur dan memimpin bersama pertemuan ini," ungkap Yogi sebagaimana dikutip, Kamis (13/7/2023).
Sebagai kelanjutan dan mandat dari pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara ASEAN+3 pada bulan Mei yang lalu, pertemuan ditujukan untuk meningkatkan dialog kebijakan, koordinasi, dan kerja sama di bidang keuangan, moneter, serta fiskal.
Pertemuan membahas agenda kerja sama untuk memperkuat stabilitas ekonomi dan keuangan di kawasan melalui penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) sebagai regional self-help mechanism, serta pengembangan potensi fasilitas baru untuk pencegahan dan penanganan krisis keuangan kawasan dalam rangka menjawab dinamika dan tantangan perekonomian global yang terus berkembangan sesuai kebutuhan kawasan.
Pertemuan ini juga membahas penguatan kapasitas ASEAN+3 Macroeconomic Research Office (AMRO) sebagai lembaga pengawasan yang mendukung implementasi berbagai fasilitas pencegahan dan penanggulangan krisis di kawasan, serta penyedia berbagai program penguatan kapasitas pengawasan bagi negara anggota ASEAN+3.
Pertemuan ketiga Gugus Tugas ASEAN+3 turut menjadi pertemuan pertama yang secara khusus membahas agenda Inisiatif Pendanaan Risiko Bencana sebagai inisiatif baru guna mendorong kerja sama pembiayaan, pertukaran informasi, dan bantuan teknis terkait risiko bencana di kawasan.
BACA JUGA: Di DPR, Ini yang Diungkap Sri Mulyani saat Rapat Transaksi Janggal Rp349 T
Agenda lain yang tidak kalah pentingnya yang dibahas pada pertemuan tersebut juga mencakup kajian-kajian strategis yang menjadi perhatian utama di kawasan, antara lain, kajian terkait dengan transaksi mata uang lokal guna mendorong penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas di antara negara-negara kawasan, kajian pembiayaan berkelanjutan, serta kajian terkait dengan risiko stabilitas keuangan di kawasan yang disebabkan oleh utang korporasi.
Hasil diskusi dari agenda-agenda pertemuan ketiga Gugus Tugas ASEAN+3 akan disampaikan dan dibahas lebih lanjut pada pertemuan Gugus Tugas ASEAN+3 berikutnya pada bulan September 2023.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Desa Narasaosina menyerahkan 57 senjata rakitan sisa konflik Adonara Timur kepada Polres Flores Timur demi menjaga perdamaian.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.