Tersangka 3 Kasus Korupsi Febrie Adriansyah Tak Ditahan, Ini Alasannya
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
Kasno, peternak sapi asal Doplang, Karangpandan, Karanganyar menunjukkan bagian ekor sapi yang cacat pada Selasa (20/6/2023). /Solopos-Indah Septiyaning Wardani.
Harianjogja.com, KARANGANYAR—Peternak asal Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Kasno, akan menuntut pertanggungjawaban petugas pemeriksa sapi menyusul ternak itu batal dibeli Presiden Jokowi untuk hewan kurban.
Kasno menyebut sapi miliknya mengalami cacat fisik dan depresi. Kondisi ini terjadi setelah sapi jenis peranakan ongole (PO) bobot 8,1 kuintal ini diperiksa kesehatannya. Ironisnya lagi, pembatalan pembelian sapi kurban dilakukan tepat menjelang Iduladha.
“Saya akan menuntut kalau memang tidak jadi dibeli. Karena sapi saya jadi catat,” kata dia ketika dijumpai Solopos.com di kandang sapi miliknya pada Selasa (20/6/2023).
BACA JUGA : 8 Ekor Sapi Dari Bantul Diusulkan Jadi Hewan Kurban
Kasno menyebut kondisi catat ditemukan pada bagian ekor sapi. Jika dipegang bagian ekornya, sapi langsung berontak. Kemudian bagian ekor juga bengkak. Saat buang air besar, tak lagi sama seperti sebelum dicek kesehatan oleh tim Kesehatan Kepresidenan.
Dia mengaku khawatir sapi satu-satunya itu tidak laku pasar karena alami kecacatan. Dia tetap berharap sapi miliknya dibeli Presiden Joko Widodo untuk hewan kurban. Kalaupun batal dibeli, minimal ada solusi atas kondisi sapi tersebut. “Ini kan dibatalkan sudah mendekati Iduladha. Harusnya ada solusi,” kata dia.
Dia mengaku sebelum sapinya terpilih sebagai hewan kurban Jokowi, sudah ada beberapa orang yang akan membeli sapi tersebut. Namun, dia tolak dengan alasan sudah dipesan untuk hewan kurban Jokowi. Para calon pembeli sudah siap membeli sapi itu dengan harga Rp80 jutaan. Saat ini, Kasno hanya berharap ada solusi atas batalnya pembelian sapi tersebut.
Sementara pihak Kepresidenan akan membeli sapi tersebut seharga Rp72 juta. Namun sampai sekarang belum ada pembayaran sama sekali. Saat ini, Kasno hanya berharap ada solusi atas batalnya pembelian sapi tersebut. “Tidak ada uang muka. Saya waktu itu percaya saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
Kejagung memastikan Febrie Adriansyah belum ditahan meski telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polri. Berkas perkara masih dipelajari.
PSIM Jogja memastikan peluang Franco Ramos bertahan masih terbuka. Bek asal Argentina itu dijadwalkan tiba di Jogja dalam waktu dekat.
Daihatsu kembali menghadirkan Kumpul Sahabat Serentak yang diselenggarakan secara bersamaan di seluruh outlet Daihatsu di Indonesia.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp5 miliar untuk memperkuat talud di enam titik sungai guna mengantisipasi longsor dan gerusan aliran air.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY mendorong peningkatan alokasi Program Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi kalurahan
Pemkab Kulonprogo menerbitkan SE kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau Agustus 2026 dan mulai menyalurkan bantuan air bersih.