Iran Sindir Trump, Pindah Pesawat Diam-Diam karena Ancaman
Iran mengejek Donald Trump setelah operasi rahasia memindahkannya dari Air Force One ke pesawat C-32A saat meninggalkan Turki.
Presiden Amerika Serikat Joe Biden bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Kyiv, Ukraina, pada Senin 20 Februari. 2023. Joe Biden melakukan perjalanan kejutan ke Kyiv menjelang peringatan pertama invasi Rusia ke Ukraina. Reuters/Selebaran Kantor Pers Kepresidenan Ukraina melalui EYEPRESSrnrn
Harianjogja.com, SOLO—Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat hubungan antara AS dan Ukraina berada di ambang konflik.
Bagaimana tidak, saat AS sudah banyak membantu perang Ukraina, Zelensky malah menebar ancaman tak masuk akal kepada Washington.
Dilansir dari BBC, ancaman tersebut dilontarkan orang No.1 Ukraina tersebut saat seorang wartawan bertanya tentang "semakin banyaknya orang Amerika" yang menganggap negara mereka terlalu banyak memberi uang kepada Ukraina.
BACA JUGA : Di Tengah Kecamuk Perang, Ukraina Jajaki Peluang Kerja
Dengan tegas, Zelensky mengatakan jika AS akan kehilangan posisi kepemimpinan mereka apabila dengan sengaja menghentikan bantuan ke Ukraina.
“Jika berhenti mendanai upaya perang Kiev, AS akan kehilangan posisi kepemimpinan yang mereka nikmati di dunia," kata Zelensky.
“Jika mereka tidak mengubah opini mereke, mereka akan kehilangan NATO, mereka akan kehilangan pengaruh Amerika Serikat, mereka akan kehilangan posisi kepemimpinan yang mereka nikmati di dunia,” katanya.
Jelas pernyataan Zelensky tersebut akan mengundang kecamuk tersendiri di kalangan petinggi AS. Sebab sejauh ini, AS-lah yang sering memberikan bantuan berupa dana hingga alutsista ke Ukraina untuk menghalau militer Rusia yang semakin banyak di beberapa wilayah mereka.
Di sisi lain, konflik yang mungkin muncul dari hubungan AS dan Ukraina ini akan dimanfaatkan oleh Vladimir Putin seefektif mungkin. Bukan tidak mungkin jika Rusia akan mendapatkan kemenangan mereka dalam waktu dekat jika militer Ukraina mulai melemah.
BACA JUGA : Presiden Ukraina Kini Minta Bantuan Pesawat dan Rudal
Sebagai informasi, Sejak 2014, AS berkomitmen memberikan bantuan keamanan senilai sedikitnya 29,5 miliar dolar AS (Rp445,3 triliun) lebih untuk Ukraina.
Tak berhenti sampai di situ, sedikitnya 26,7 miliar dolar AS (Rp403,1 triliun) sudah dikucurkan AS untuk membantu Kyiv sejak awal invasi brutal Rusia pada 24 Februari 2022, kata Dephan AS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Iran mengejek Donald Trump setelah operasi rahasia memindahkannya dari Air Force One ke pesawat C-32A saat meninggalkan Turki.
Komnas HAM mengecam penembakan tiga ASN Jayawijaya dan mendesak Polda Papua mengusut pelaku secara transparan dan akuntabel.
Hakim kembali menolak praperadilan eks Waka BGN Lodewyk Pusung. Status tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG tetap sah.
Basarnas mengerahkan Kopaska, BSG, dan KRI Canopus untuk mencari 129 korban Kapal Virgo Transport 8 yang belum ditemukan.
Asap karhutla membuat jarak pandang di Bandara Supadio hanya 300 meter. Sebanyak 73 penerbangan terdampak penundaan dan perubahan jadwal.
Sinergi tersebut dibahas dalam Overview Implementasi SIPD RI-SP2D Online dan evaluasi Optimalisasi Penggunaan KKI/KKPD di Semarang, Jumat (11/9/2026).