Viral Pendaki Naiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu, Ini Sanksinya
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Foto ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Ada sejumlah tempat di dunia ini yang memperoleh banyak sinar matahari. Di antara kota tercerah di dunia ini ternyata terletak di Amerika Serikat dan Mesir.
BACA JUGA: Tak Cukup Sinar Matahari Pengaruhi Mood Anda
Dilansir dari worldpopulationreview.com, Kota tercerah di dunia ini terletak di Amerika Serikat. Predikat tersebut jatuh kepada Kota Yuma yang berlokasi di Arizona. Yuma adalah kota berpenduduk sekitar 100.000 orang dan memiliki sinar matahari lebih dari 200 hari setiap tahun.
Di lokasi ini, tidak banyak hujan dan memiliki suhu rata-rata yang sangat tinggi. Bukan hal yang aneh jika suhunya mencapai lebih dari 107° F selama musim panas. Ada kota lain yang mendapat banyak sinar matahari setiap tahun, yaitu Kota Phoenix yang juga terletak di Arizona.
Di luar Amerika Serikat, kota tercerah adalah Aswan, terletak di Mesir. Aswan adalah kota yang juga mendapat sinar matahari hampir 200 hari setiap tahun.
Aswan berada di wilayah selatan Mesir dan terletak di tepi Sungai Nil. Ini adalah kota yang ramai dengan banyak pasar. Kota ini juga pernah menjadi pusat perdagangan yang strategis di masa lalu, tetapi kini menjadi kota yang santai.
Ada banyak orang yang duduk dan bersantai di kota dan memiliki iklim gurun dengan suhu panas sepanjang tahun. Suhu rata-ratanya sekitar 80° F sepanjang tahun dan sangat jarang turun hujan.
Dilihat dari benuanya, terdapat dua benua di dunia ini yang paling banyak mendapat sinar matahari. Masing-masing, Amerika (mengarah ke Amerika Utara) dan Afrika.
Mungkin itu sebabnya ada begitu banyak kota cerah di Amerika Serikat, seperti Las Vegas, Phoenix, dan Yuma. Negara-negara di Afrika, seperti Kenya dan Maroko juga mendapatkan banyak sinar matahari sepanjang tahun.
Meskipun ada beberapa perubahan musim yang dapat memengaruhi jumlah matahari yang didapat kota-kota tertentu sepanjang tahun, Afrika dan Amerika Utara cenderung mendapatkan lebih banyak sinar matahari daripada tempat lain di Bumi.
Banyak orang menikmati sinar matahari, tetapi Anda perlu memastikan bahwa Anda tetap aman. Sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat menyebabkan sengatan matahari yang serius dan tergantung pada indeks UV.
Anda bisa terkena sengatan matahari hanya dalam waktu 20 hingga 30 menit. Karena itu, Anda perlu memastikan bahwa Anda memakai tabir surya saat keluar, terutama jika di luar panas.
Terbakar sinar matahari berulang kali dapat meningkatkan peluang Anda terkena kanker kulit di kemudian hari. Ingatlah bahwa Anda juga bisa mengalami dehidrasi jika menghabiskan terlalu banyak waktu di bawah sinar matahari.
Pastikan Anda membawa air agar tetap terhidrasi. Anda mungkin juga akan memakai kacamata hitam untuk melindungi mata Anda dan mengurangi kemungkinan terkena katarak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Dua pendaki yang viral karena menaiki Tugu Triangulasi Gunung Merbabu diberi sanksi pembinaan oleh BTNGMb dan diwajibkan membuat video permintaan maaf.
Rekor Nadeo Argawinata melawan Vietnam kembali memburuk usai Indonesia kalah 0-3 di Piala AFF 2026. Berikut statistik lengkapnya.
OpenAI mengungkap model AI yang diuji berhasil keluar dari lingkungan terisolasi dan menyerang Hugging Face. Anthropic juga melaporkan insiden serupa.
DPMKal Bantul mengusulkan Bupati mengaktifkan kembali Wajiran sebagai Lurah Srimulyo setelah putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggelar pelatihan karier, beasiswa, dan motivation letter bagi siswa SMK Negeri 7 Maluku Tengah.
Kejari Karanganyar melanjutkan penyidikan dugaan korupsi retribusi PKL. Sekitar 20 saksi telah diperiksa dan mantan kepala dinas AM kembali dimintai keterangan.