Kondisi Bandara Juanda & Abdurrahman Saleh Usai Erupsi Gunung Semeru

Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa Senin, 05 Desember 2022 03:47 WIB
Kondisi Bandara Juanda & Abdurrahman Saleh Usai Erupsi Gunung Semeru

Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran, pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB. - Istimewa

Harianjogja.com, JAKARTABandara Internasional Juanda, Surabaya, dan Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, masih dapat beroperasi normal pasca erupsi Gunung Semeru yang disertai Awan Panas Guguran (APG).

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia Risedi menjelaskan bahwa pada Minggu (4/12/2022) pukul 02.46 telah terjadi erupsi yang disertai Awan Panas Guguran (APG) mencapai 1.500 meter di atas puncak dan menyebabkan sejumlah gempa letusan selama periode 02.46 - 06.00 WIB. Imbas aktivitas Gunung Semeru tersebut, telah dikeluarkan peringatan ASHTAM No. VAWR3537 untuk wilayah yang terdampak erupsi yaitu Bandara Internasional Juanda, Surabaya dan Bandara Abdurahman Saleh, Malang.

Setelah itu berdasarkan hasil koordinasi dan pemeriksaan sementara di lokasi tersebut, kondisi personel, bangunan, dan fasilitas navigasi penerbangan dalam kondisi aman, termasuk runway untuk aktivitas take-off atau landing pesawat.

"Hingga statement ini dikeluarkan operasional penerbangan dan pelayanan navigasi penerbangan di Bandara Juanda dan Abdurrahman Saleh berjalan normal," ujarnya melalui keterangan resmi, Minggu (4/12/2022).

Selanjutnya, AirNav Personel Cabang Surabaya dan Malang terus bersiaga untuk mengantisipasi adanya kemungkinan lain erupsi, terlebih, Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang cukup sering diguncang erupsi dan gempa letusan awan panas.

"AirNav Indonesia tetap akan berkoordinasi dengan stakeholder penerbangan terkait update kondisi di lapangan," imbuhnya.

Untuk diketahui, Semeru erupsi sekitar pukul 02.46 WIB dini hari ini dengan tinggi kolom abu 1.500 meter di atas puncak gunung sekitar 5.176 meter di atas permukaan laut.

Kenaikan mulai pukul 12.00 WIB. Kepala PVMBG Badan Geologi Hendra Gunawan mengimbau tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak Gunung Semeru.

"Tidak ada aktivitas dalam radius 8 km dari puncak, dan sektoral arah Tenggara (Besuk Kobokan dan Kali Lanang) sejauh 19 km dari puncak. Surat resmi peningkatan status segera disampaikan," ujar Hendra Gunawan dalam keterangan tertulis.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online