Gramm Hotel Perkuat Kolaborasi Lewat Glorious Gathering
Merayakan perjalanan sembilan tahun di industri lifestyle hospitality, Gramm Hotel by Ambarrukmo menggelar Glorious Gathering di Antasena Ballroom, Jumat (17/7)
Sebanyak 33 warga Wadas dan 7 warga Kaliwader Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo kompak berangkat bersama ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah Umrah./Ist
PURWOREJO-Sebanyak 33 warga Wadas dan 7 warga Kaliwader Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo kompak berangkat bersama ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah Umrah. Mereka berangkat dengan biaya hasil ganti untung lahan untuk proyek Bendungan Bener.
Salah satu warga Wadas, Sumardi,62, mengatakan, 33 warga Wadas itu berangkat bersama pada Jumat (5/8/2022). Saat ini, mereka berada di Madinah dan melaksanakn rangkaian ibadah Umrah dan sore ini rencananya akan bertolak ke Makkah.
"Kami berangkat bersama-sama, dari Desa Wadas ada sekitar 33 orang dan dari Desa Kaliwader ada sekitar 7 orang. Itu semua berangkat dengan uang ganti untung penambangan kuari di desa kami yang akan digunakan untuk pembangunan Bendungan Bener," katanya saat dikonfirmasi, Selasa (9/8/2022).
Tak hanya sendiri, warga Wadas lanjut Sumardi membawa serta keluarga seperti anak, istri, mertua, cucu dan kerabat dekat untuk berangkat Umrah. Sumardi sendiri, berangkat Umrah dengan mengajak serta anak dan istrinya.
"Ya alhamdulillah sekali, dengan adanya uang ganti untung itu, kami mendapatkan berkah. Impian saya untuk ziarah ke tanah suci akhirnya tercapai," ucap warga dusun Winong Desa Wadas ini.
Sumardi mengatakan, dua bidang lahan yang dimilikinya dibebaskan dengan uang ganti untung lebih dari Rp2 miliar. Uang itu sudah ia gunakan untuk kebutuhan penting lain seperti membeli tanah, dan sisanya ia gunakan untuk memenuhi keinginannya termasuk berangkat Umrah.
"Saya rasanya seperti mimpi, saya masih tidak percaya sekarang bisa berada di tanah suci. Ini berkah dari Bendungan Bener," katanya.
Sumardi sudah lama memimpikan bisa berangkat Umrah. Namun karena ekonomi keluarga dan dia hanya bekerja sebagai petani, mimpi itu ia kubur dalam-dalam.
"Namanya petani, penghasilan tidak menentu. Cukup untuk hidup saja alhamdulillah, tidak kepikiran untuk menabung. Alhamdulillah sekarang mimpi saya terlaksana," ujarnya.
Sumardi berharap, warga Wadas lain yang sampai hari ini belum mau menyerahkan lahannya untuk kepentingan proyek strategis nasional itu segera sadar. Mereka diharapkan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak luar yang justru memberikan pengaruh negatif.
"Saya juga berharap, mudah-mudahan sedulur saya di Wadas bisa kembali guyub rukun seperti dulu. Kondisi sosial masyarakat bisa kembali rukun seperti dulu, tidak seperti sekarang yang membuat semua tidak nyaman," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Wadas, Fahri Setyanto saat dikonfirmasi membenarkan bahwa banyak warganya yang berangkat Umrah setelah mendapat uang ganti untung. Menurutnya, itu hal yang bagus dibanding untuk membeli hal lain yang hanya sifatnya untuk hura-hura.
"Memang mayoritas warga menggunakan uang ganti untung untuk hal-hal yang baik. Diantaranya untuk beli tanah, beli rumah, modal usaha dan lainnya. Kami dari pemerintah memang menganjurkan untuk itu, yang paling penting tanah kembali ke tanah, sisanya untuk modal usaha dan lainnya termasuk untuk Umrah itu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Merayakan perjalanan sembilan tahun di industri lifestyle hospitality, Gramm Hotel by Ambarrukmo menggelar Glorious Gathering di Antasena Ballroom, Jumat (17/7)
Lima pemuda asal Pleret ditetapkan sebagai tersangka pengeroyokan dua remaja di Jalan Ireda, Mergangsan. Polisi ungkap motif salah sasaran.
pemberdayaan perempuan menjadi bagian penting dalam pendidikan di Unisa Yogyakarta karena perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan.
Waspada penipuan "bos palsu" yang minta transfer uang via WhatsApp! SEBI keluarkan peringatan. Simak modus dan cara menghindarinya agar tidak jadi korban.
Alfamart berkomitmen mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui program manajemen ritel yang berkelanjutan
Kisah cinta Lamine Yamal dan Ines Garcia berawal dari DM Instagram, bukan pertemuan dramatis. Ines setia mendukung Yamal hingga juara Piala Dunia 2026.