Menahan Yen di 160 per Dolar: Akankah Intervensi ASJepang Efektif?
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
India akan menjadi negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang ahli demografi China mengatakan bahwa India akan menjadi negara terpadat di dunia dalam waktu dekat. Hal tersebut jauh lebih cepat dari proyeksi PBB yang memperkirakan akan terjadi pada 2027.
Populasi India diperkirakan akan tembus hingga hampir 273 juta orang dalam kurun waktu 28 tahun, terhitung dari 2022 hingga 2050 mendatang.
Sebelumnya, dalam sebuah laporan PBB yang dirilis pada tahun 2019, organisasi bangsa-bangsa itu memperkirakan bahwa India akan menyalip China sebagai negara terpadat di dunia pada 2027. Dalam laporan yang sama, India dikatakan akan tetap menjadi negara terpadat di dunia hingga akhir abad ini.
Jika dikilas balik, menurut angka yang dibagikan oleh PBB pada 2019 lalu, India memiliki perkiraan populasi sebanyak 1,37 miliar sementara China sebanyak 1,43 miliar.
Rasio kemungkinan India akan segera dinobatkan sebagai negara terpadat di dunia dilihat dari hasil sensus penduduk yang diumumkan oleh China pada tempo hari lalu.
BACA JUGA: Waktu Menyaksikan Fenomena Supermoon Rusa di Indonesia
Populasi China dilaporkan tumbuh pada laju paling lambat mencapai 1,41178 miliar. Penurunan populasi diperkirakan akan menyebabkan kekurangan tenaga kerja dan penurunan tingkat konsumsi, yang berdampak pada prospek ekonomi masa depan pemilik ekonomi terbesar kedua di dunia itu.
Tingkat fertilitas di China diperkirakan masih akan terus menurun selama beberapa tahun mendatang. Para ahli demografi juga memperkirakan bahwa India dengan tingkat kesuburan yang jauh lebih tinggi akan menyusul China sebagai negara terpadat di dunia pada tahun 2023 atau 2024, yang berarti jauh lebih awal dari prediksi terakhir PBB dalam laporannya yang mengatakan akan terjadi pada 2027 mendatang.
Liang Jianzhang, seorang profesor ekonomi di Universitas Peking, mengatakan bahwa tingkat kesuburan China akan terus menurun di tahun-tahun mendatang, dan mungkin menjadi yang terendah di dunia.
“Menurut data yang ada, dalam 10 tahun ke depan, jumlah perempuan usia 22-35 tahun yang merupakan masa subur akan turun lebih dari 30 persen dibandingkan dengan data saat ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Diperiksa Tiga Kali oleh Bareskrim, Eks Presiden ACT Siap Dikorbankan
Di samping isu tersebut, China kini tengah menghadapi risiko jatuh ke dalam kategori fertilitas yang rendah, karena tercatat sejak tahun 2020 hanya terdapat 12 juta kelahiran saja. Hal tersebut seakan menjadi tanda penurunan tingkat kelahiran selama empat berturut-turut.
Jika dibandingkan dengan tingkat kesuburan global yang berada di angka 2,5 pada tahun 2019, tingkat kesuburan total wanita usia subur Cina relatif rendah dan berada pada angka 1,3.
Secara lebih lanjut, Liang Jianzhang memprediksi bahwa tren penurunan tingkat kelahiran di China masih akan terus berlanjut apabila pemerintah China tidak mengambil langkah serius lewat peluncuran regulasi baru.
"Tanpa intervensi kebijakan yang kuat, populasi bayi baru lahir China kemungkinan akan turun di bawah 10 juta dalam beberapa tahun ke depan, dan tingkat kesuburannya akan lebih rendah dari Jepang, mungkin yang terendah di dunia," prediksi Liang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Intervensi Jepang untuk menghentikan pelemahan yen bukan hal baru. Namun, tindakan pada tanggal 30-31 Juli 2026 ini berbeda karena Amerika Serikat tidak lagi ha
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.
Tujuh tentara AS dilaporkan tewas dalam bentrokan di USS Abraham Lincoln. Insiden disebut dipicu stres akibat perang berkepanjangan.