Satelit NEO-1 Siap Meluncur 2027, TKDN Capai 65 Persen
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
Epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengungkapkan virus Covid-19 varian Omicron lebih cepat bermutasi karena beberapa faktor, salah satunya karena lebih infeksius./ucla.org
Harianjogja.com, JAKARTA - Seorang epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman mengungkapkan virus Corona (Covid-19) varian Omicron lebih cepat bermutasi karena beberapa faktor, salah satunya lebih infeksius.
"Ditambah lagi situasi sejak awal 2022 ini, banyak negara melakukan pelonggaran dan masyarakatnya pun abai. Dulu kalau bicara kasus itu orang serius pakai masker, beli tes, sekarang kan enggak, sejak awal dilakukan pelonggaran-pelonggaran," kata Dicky kepada Bisnis, Selasa (12/7/2022).
Dicky menambahkan bahwa virus Omicron juga cepat bermutasi lantaran cakupan vaksinasi kurang ditingkatkan sehingga beberapa kelompok masyarakat masih memiliki imunitas yang rendah dan rentan tertular.
"Virus ini bisa bersarang di tubuhnya [kelompok dengan imunitas rendah] berbulan-bulan dan bermutasi. Jadi kombinasi kenapa lahir subvarian baru kembali ke hukum biologi ketika memberi kesempatan pada hukum alam ini berlaku," ungkapnya.
Baca juga: Wabah PMK Terus di Sleman, Vaksin Tahap II Belum Juga Datang
Dicky pun meminta masyarakat mewaspadai kemunculan subvarian super yang justru memundurkan langkah untuk keluar dari pandemi. Pasalnya, keberadaan subvarian baru tidak dapat diartikan memiliki tingkat kesakitannya yang lebih rendah.
Faktanya, sambung Dicky, sejumlah negara maju seperti Australia justru mengalami kasus kematian pada saat gelombang Omicron, bukan Delta. Padahal, banyak yang menyebut tingkat kesakitan akibat varian Omicron lebih rendah dibandingkan Delta. Bahkan, negara yang menerapkan lockdown ketat seperti China akhirnya kebobolan varian yang sama.
"Namun sejak Omicron itu terjadi [kasus kematian] sering 10, ada 20, bahkan sempat 50. Membuktikan turunan dari omicron itu tidak melemah bahkan mungkin meningkat. Ini terjadi karena, adanya kelompok di masyarakat, di negara manapun yang rawan, " katanya.
Meskipun demikian, Dicky tidak menampik bahwa vaksinasi masih sangat efektif meminimalisir keparahan seseorang yang terpapar subvarian Omicron. Namun, virus tersebut bisa sangat berbahaya, terutama untuk kelompok rentan dan yang belum divaksinasi.
"Ini yang artinya harus ada kombinasi strategi, tidak hanya mengandalkan vaksinasi, tetapi perubahan perilaku dengan memakai masker, menjaga jarak, dan menjaga ventilasi sirkulasi," pungkasnya.
Adapun, subvarian Omicron BA5.2.1. baru-baru ini ditemukan di Shanghai, China. Wakil Direktur Komisi Kesehatan Kota Zhao Dandan mengatakan bahwa kasus tersebut ditemukan di distrik Pudong pada 8 Juli lalu.
Sementara itu, subvarian Omicron yakni BA4 dan BA5 telah menyebabkan lonjakan kasus terkonfirmasi di banyak negara, termasuk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
BRIN menargetkan Satelit NEO-1 meluncur Januari 2027. Satelit observasi bumi ini memiliki TKDN 65% dan mendukung pemetaan hingga mitigasi bencana.
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.
Putri Anne mengaku kembali menjadi murid Yesus saat menjawab pertanyaan netizen soal hijab. Ia juga buka suara mengenai pandangannya terhadap pernikahan setelah
Petenis Indonesia Janice Tjen masuk unggulan ke-32 Cincinnati Open 2026. Status ini membuatnya langsung lolos ke babak kedua. Simak jadwal dan daftar pesaingnya
Cristiano Ronaldo kembali ke Al Nassr usai menikahi Georgina Rodriguez. Rambut emas barunya jadi sorotan, sementara target 1.000 gol menantinya di musim 2026/20
Masyarakat bisa mengajukan pembaruan data DTSEN melalui aplikasi Cek Bansos atau kelurahan. Simak cara, syarat, dan alasan desil tidak langsung berubah.