Jumlah Kantor Cabang Bank BUMN hingga Swasta Turun Drastis
Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah menjadi lima wilayah dengan penurunan jumlah kantor bank terbanyak.
Virus hepatitis A/webmd
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 belum selesai, dunia kembali dibuat khawatir dengan munculnya hepatitis akut yang menyerang anak-anak di wilayah Eropa, Asia dan Amerika. Belum diketahui penyebab dari Hepatitis akut tersebut.
Temuan kasus hepatitis akut di Indonesia bermula dari adanya tiga pasien anak yang dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan dugaan hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya meninggal dunia.
Ketiga pasien tersebut diketahui meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda, dengan rentang dua minggu terakhir hingga 30 April 2022.
Lantas, bagaimana kronologi temuan kasus Hepatitis Akut tersebut? Negara mana yang pertama kali melaporkan kasus tersebut?
Dilansir dari laman resmi Kemenkes, Selasa (3/5/2022), Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris mengenai 10 kasus hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya pada anak-anak.
Seluruh kasus di rawat di rumah sakit. Pemeriksaan laboratorium telah dilakukan, tapi virus hepatitis tipe A, B, C, D dan E tidak ditemukan sebagai penyebab dari penyakit tersebut.
Penyelidikan lebih lanjut dilakukan pada 8 April 2022. Pada penyelidikan tersebut, ditemukan 74 kasus di Inggris dimana 6 anak diantaranya telah menjalani transplantasi hati.
Hingga 11 April 2022, belum ada laporan kematian akibat kasus Hepatitis Akut.
WHO melaporkan kasus terbaru per 21 April 2022 di beberapa negara. Negara-negara tersebut antara lain Inggris 114 kasus, Spanyol 13 kasus, Israel 12 kasus, AS 9 kasus, Denmark 6 kasus, Irlandia dibawah 5 kasus, Belanda 4 kasus dan Italia 4 kasus.
Selain itu, kasus ditemukan pula di Norwegia sebanyak 2 kasus, Perancis 2 kasus, Romania 1 kasus dan Belgia 1 kasus.
Masih di bulan April, kasus yang sama juga muncul di Jepang dan Kanada. Namun, tidak disebutkan berapa banyak kasus yang dilaporkan di kedua negara tersebut.
Kasus juga muncul di wilayah Asia Tenggara, seperti Singapura dan Indonesia dimana masing-masing sebanyak 2 dan 3 kasus Hepatitis Akut.
PB IDI dan IDAI telah menghimbau tenaga kesehatan dan masyarakat. terutama orang tua dan anak untuk memperketat protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.
Tak hanya itu, PB IDI dan IDAI juga meminta masyarakat agar meminum air bersih yang matang, makan makanan yang bersih dan matang, menggunakan alat makan sendiri, membuang tinja dan atau popok. sekali pakai pada tempatnya.
Selan itu, melakukan deteksi dini juga penting dilakukan, terutama jika menemukan anak-anak dengan gejala-gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/kejang, lesu, demam tinggi. Apabila menemukan anak atau anggota keluarga dengan gejala-gejala tersebut, segera kunjungi fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Riau, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah menjadi lima wilayah dengan penurunan jumlah kantor bank terbanyak.
Komdigi meminta seluruh platform digital menyelesaikan self assessment PP Tunas sebelum 6 Juni 2026 untuk perlindungan anak di ruang digital.
Pemkot Yogyakarta kembangkan Program Bule Mengajar di kampung wisata untuk memperkuat pariwisata berbasis masyarakat dan UMKM lokal.
Keluarga korban romusha asal Belanda mengunjungi Monumen Kereta Api Pekanbaru untuk mengenang tragedi kerja paksa era Perang Dunia II.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 dan perjalanan sejak pagi.