Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Satreskrim Polres Magelang melakukan olah TKP penemuan orang meninggal tanpa identitas di garasi mobil di antara ruang produksi Bakpia Kencana dan warung makan murah area SPBU Baledono Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sabtu (20/11/2021).
Harianjogja.com, MAGELANG-Satreskrim Polres Magelang berhasil mengungkap identitas orang meninggal tanpa identitas di garasi mobil di antara ruang produksi Bakpia Kencana dan warung makan murah area SPBU Baledono Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Sabtu (20/11/2021). Identitas terungkap dari sidik jari.
Korban diketahui Bernama Yayang Maulana Gitiwari, 25 tahun, warga Madukaran Gang Kopi 3 Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Korban ditemukan pertama kali oleh Satpam SPBU Sabtu (20/11/2021) pagi.
“Kita dapat mengungkap identitas melalui sidik jari yang kita lakukan pada diri korban,” ungkap Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun melalui Kasatreskri AKP M. Alfan Amin di Mapolres Magelang, Minggu (21/11/2021).
Baca juga: Viral Potret Prabowo Berbincang dengan Wakil Israel
Alfan menjelaskan berdasarkan keterangan beberapa saksi di tempat kejadian pada Sabtu pagi sekira pukul 06.00 WIB, petugas keamanan SPBU bernama Kelik Benadro melihat korban sedang tidur di depan rumah makan murah yang berada di lokasi SPBU Baledono.
“Dia kemudian berniat membengunkan namun tidak ada respon. Sekira 5 menit kemudian, korban terjatuh dari kursi ke aspal depan warung, dengan posisi telentang sambil memegang bagian perut dan berguling-guling,” jelas Alfan.
Selanjutnya korban berpindah tempat ke garasi dan tidur lagi. Sekitar pukul 07.00 WIB, karyawan SPBU Hermawan melihat korban terbaring di depan garasi Bakpia Kencana, saat mencoba untuk berkomunikasi dengan korban juga tidak direspon.
Baca juga: Awan Panas Meluncur Sejauh 1,8 Kilometer
Sekitar pukul 08.15 WIB, seorang karyawan SPBU, Suhatmaka dan karyawan rumah makan, Muhammad Irfan mengecek saluran air belakang garasi, karena air mati dan menemukan korban posisi duduk di atas tumpukan ban dan korban masih sadar.
“Sekira pukul 09.00 WIB, saksi Bagus, penyeberang jalan depan SPBU memastikan keadaan korban, namun mendapatkan korban sudah telentang tidak bergerak dan tidak bernafas. Setelah dicek nadi korban tidak ada denyut. Dari hasil pengecekan kondisi luar korban oleh dokter Puskesmas Salam tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan pada kemaluan mengeluarkan sperma,” ungkap Alfan.
Informasi yang didapat petugas dari pihak keluarga, menyebutkan korban sudah berhenti bekerja sejak tiga bulan lalu karena tempatnya bekerja bangkrut. Korban bekerja di home industry konveksi di Pekalongan. Korban pamit pergi pada hari Selasa (16/11/2021) bersama dua orang temannya yang tidak dikenal oleh keluarga dan mau ke Jogja, namun tidak diketahui mau apa ke Jogja.
“Informasi dari keluarga korban memiliki riwayat penyakit asma dan apabila kedinginan suka kambuh. Keluarga menerima kematian korban serta bersedia membuat pernyataan tidak dilakukan autopsi,” pungkas Alfan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Ford akan pindahkan produksi Lincoln dari China ke AS mulai 2030. Tarif impor Nautilus 52,5% jadi pendorong utama. Langkah ini ikuti strategi GM dan perkuat man
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Yogyakarta dinilai memiliki modal kuat untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga melahirkan talenta dan inovasi
OpenAI bagikan 3 cara ChatGPT Work bantu UMKM: susun prioritas mingguan, buat konten dari foto produk, dan analisis laporan penjualan. Mulai dari pekerjaan ruti
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi pertumbuhan kinerja PT Pegadaian (Persero) dalam Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPR RI
Target droping air bersih BPBD Gunungkidul turun menjadi 800 tangki akibat efisiensi anggaran dan kenaikan BBM non-subsidi.