Korban Scam di ASEAN Naik Jadi 45%, Ekonomi Digital Dibidik
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Spanduk bertuliskan harga tes usap Polymerase Chain Reaction (PCR) terpasang di sebuah lokasi penyedia layanan tes Covid-19 di Jakarta, Minggu (15/8/2021). /Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menelusuri kemungkinan adanya kelompok besar yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya melalui bisnis PCR.
Direktur Ekonomi KPPU Mulyawan Ranamanggala mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki apakah terjadi persaingan tidak sehat dalam bisnis PCR.
"Kami indikasikan bahwa ada beberapa kelompok usaha dalam pelaku usaha laboratorium. Kami sedang dalami bagaimana kekuatan kelompok usaha ini dalam pangsa pasarnya di bisnis tes PCR yang dilakukan selama ini," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Jumat (12/11/2021).
Adapun, beberapa perusahaan kenamaan yang berkecimpung di bisnis tes Covid-19 dan kini menjadi sorotan publik karena diduga menjadikan pandemi sebagai lahan basah untuk mengeruk cuan sedalam-dalamnya.
Yang masih hangat, PT Genomik Soldaritas Indonesia (GSI) atau GSI Lab diduga menjadi perusahaan tempat beberapa menteri meraup keuntungan dari bisnis PCR yang dijalankannya.
Sementara itu, perusahaan lainnya seperti Bumame Farmasi hingga Intibios otomatis terseret juga karena diketahui memiliki puluhan cabang laboratorium pengetesan Covid-19.
Ketika dikonfirmasi apakah perusahaan-perusahaan yang kini viral tersebut terlibat dalam monopoli bisnis tes PCR, Mulyawan mengaku belum bisa memastikannya.
"Mengenai data kelompok pelaku usaha besar yang banyak beredar, mungkin saya bisa jawab sebagian mungkin benar. Tapi kami masih akan verifikasi dari informasi beredar, kami masih pendalaman," ujarnya.
Adapun, Pemerintah tercatat telah mengubah harga eceran tertinggi (HET) tes PCR sebanyak tiga kali sejak Oktober 2020 hingga Oktober 2021.
Berdasarkan catatan KPPU, harga tes PCR pada November 2020 berkisar antara Rp898.000 hingga Rp1.556.000, tergantung wilayahnya.
Lalu, pada Agustus-September 2021 adalah Rp527.000-Rp690.000, Oktober 2021 adalah Rp479.000-Rp542.000, dan November 2021 adalah Rp274.000-Rp343.000
Mulyawan menyampaikan bahwa besaran harga tes PCR sangat bergantung kepada harga reagen karena menjadi komponen dengan porsi harga terbesar.
Walhasil, importir dan distributor reagen memiliki peran besar dalam penyesuaian harga tes PCR.
“Hal ini mengindikasikan peran importir dan distributor reagen dalam mempengaruhi harga tes PCR,” kata Mulyawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Cek jadwal KSPN Malioboro-Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 7 November 2026. Tarif mulai Rp12.000.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Sabtu 7 November 2026. Ada enam keberangkatan tiap arah dengan tarif Rp12.000.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Baznas dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) bersinergi mengentaskan kemiskin
Cek jadwal DAMRI dari Bandara YIA ke Jogja dan Sleman pada Sabtu 7 November 2026. Tarif normal bus Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Sabtu 7 November 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek waktu keberangkatan dari kedua stasiun.