SE Mendikdasmen Terbit, 549 Guru Honorer Sragen Terancam Tergusur
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Ilustrasi Covid-19. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA–Kasus Covid-19 di Singapura meningkat. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menilai meski wilayah Indonesia-Singapura dekat tetapi situasi tersebut berpotensi kecil mengancam kesehatan masyarakat Indonesia.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia mengatakan lonjakan kasus Covid-19 varian KP.1 dan KP.2 di Singapura berpotensi kecil mengancam kesehatan masyarakat Indonesia. Hal itu disebabkan sistem imun telah beradaptasi dengan virus Covid-19. “Potensi covid menjadi krisis kemungkinan besar tidak berpotensi karena sampai saat ini semua orang memiliki imunitas terhadap covid,” katanya dikutip dari Bisnis.com, Senin (20/5/2024)
Menurutnya, kasus Covid-19 memang memiliki virus yang terus bermutasi sehingga akan menciptakan varian-varian baru dan sampai saat ini varian tersebut belum terdeteksi di Indonesia. Belum terdeteksinya Covid-19 dengan varian tersebut juga berhubungan tidak adanya gejala baru akibat paparan Covid-19.
Dia mengatakan sulit untuk mencegah varian tersebut di Indonesia, sehingga sampai saat ini pemerintah hanya melakukan pemantauan dari pasien yang mengalami gangguan pernapasan. “Sulit untuk mencegah subvarian baru. Hanya monitoring surveilans genomik dan influenza like illness terus dilakukan untuk monitoring potensi peningkatan, atau kalau ada peningkatan kasus ispa yang dirawat di RS (Rumah Sakit),” paparnya.
Dia mengatakan pemerintah belum ada rencana untuk membatasi masuknya turis ke Tanah Air, terutama bagi mereka yang berasal dari Singapura. Hal itu berbeda pada saat Covid-19 melanda Indonesia untuk pertama kalinya, lantaran pemerintah langsung menerapkan pembatasan turis atau WNI dari luar negeri yang ingin masuk ke dalam negeri.
Walaupun imunitas tubuh masyarakat Indonesia sudah dinyatakan beradaptasi dengan virus covid-19, Siti mengatakan lansia masih memiliki potensi besar terjangkit virus tersebut. “Hanya risiko terutama pada lansia dan orang dengan komorbid yang tidak terkontrol,” paparnya.
Baca Juga
Jelang Keberangkatan, Dinkes Jogja Pastikan Jemaah Haji Terima Vaksin Meningitis dan Covid-19
Restrukturisasi Kredit Covid Segera Berakhir, Ini Kesiapan Perbankan di DIY
Namun, dia mengimbau agar masyarakat tetap menggunakan masker saat di luar ruangan dan rajin mencuci tangan sebagai langkah preventif. Khususnya bagi lansia dan kelompok yang rentan terpapar Covid-19. Lebih lanjut, ketika memang dinyatakan kasus covid-19 kembali menyerang Indonesia, pemerintah akan tetap menerapkan protokol kesehatan yang tertuang dalam Permenkes tentang Penanggulangan Coronavirus Disease 2019.
Seperti dirilis laman Kemenkes, hal itu juga dinyatakan oleh Ketua Tim Kerja Standarisasi klinis Direktorat Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, dr. Yayan Gusman, AAAK. Yayan mengatakan di masa endemik semua pelaksanaan penanganan pasien Covid-19 tidak ada yang berbeda dengan sebelumnya. “Pengobatan tidak ada perubahan dan gejala ringan dan tidak ada komorbid tidak disarankan untuk menggunakan obat antivirus dan sebagainya. Pemberian terapinya kami kerja sama dengan seluruh profesi terkait,” jelas Yayan.
Kasus di Singapura
Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mencatat adanya lonjakan kasus Covid-19 varian KP.1 dan KP.2 pada periode 5-11 Mei 2024, sebanyak dua kali lipat menjadi 25.900 kasus. Peningkatan tersebut naik dibanding minggu sebelumnya sebanyak 13.700 kasus. Dilansir Straits Times, Menteri Kesehatan Singapura, Ong Ye Kung melakukan penanggulangan dengan memaksimalkan pelayanan di berbagai rumah sakit untuk menekan angka tersebut. Menurut Ong kasus ini merupakan gelombang awal meningkatnya kasus Covid-19 dengan varian KP.1 dan KP.2 “Kita berada di awal gelombang di mana penyakit ini terus meningkat. Gelombang [Covid-19] ini akan mencapai puncaknya dalam 2 hingga 4 minggu ke depan, yang berarti antara pertengahan dan akhir Juni [2024],” kata Ong, dikutip pada Senin (20/5/2024).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Sebanyak 549 guru honorer di Sragen terancam berhenti mengajar pada 2027 usai terbit SE Mendikdasmen No. 7/2026.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Transformasi ekonomi di DIY dan Jawa Tengah dinilai tidak sepenuhnya menggeser akar budaya lokal.
Jelang Iduladha 2026, Dispertapang Kulonprogo perketat pengawasan hewan kurban. PMK nol kasus, namun ancaman penyakit lain tetap diwaspadai.
PN Tipikor Bengkulu vonis bebas 4 terdakwa kasus korupsi lahan tol. Hakim sebut tidak ada unsur melawan hukum.
Simak jadwal lengkap SPMB SMA/SMK DIY 2026, kuota jalur, hingga tahapan pendaftaran. Pastikan tidak terlewat!